Setelah GO-JEK & Grab Bike, kini ada Ojek Syar'i, seperti apa?

Sabtu, 8 Agustus 2015 07:01 Reporter : Lia Harahap
Setelah GO-JEK & Grab Bike, kini ada Ojek Syar'i, seperti apa? Ojek Syari Surabaya. ©facebook.com/Ojek Syar'i Surabaya

Merdeka.com - Ojek memang jadi transportasi paling diandalkan di sejumlah kota yang lalu lintasnya cukup padat. Tak hanya di Jakarta, profesi ojek juga beken di sejumlah daerah.

Bila Jakarta sedang ramai membicarakan GO-JEK dan GrabBike, ojek orderan lewat aplikasi, di surabaya juga sedang hits Ojek Syar'i. Sesuai namanya, pengojek dari Ojek Syar'i dikemudikan seorang wanita dengan busana muslim.

Ide membuat usaha ini mulanya iseng terlintas di benak Evilita Adriani (19). Maklum, fokusnya sendiri sebenarnya harus terbagi antara konsentrasi bekerja dan kuliah di UPN Veteran Surabaya jurusan Hubungan Internasional.

"Mulanya, ide ini lahir karena banyak wanita yang ingin bepergian dengan kendaraan umum yang susah keluar bukan karena transportasinya, tapi karena drivernya laki-laki. Kondisi ini membuat wanita Syar'i tak nyaman bila bersentuhan dengan laki-laki yang bukan muhrimnya," terang Lita saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (7/8) malam.

Alasan lain dirinya membuat ojek syar'i karena melihat banyaknya kasus pelecehan yang menimpa penumpang wanita. "Dengan ini saya ingin mempelopori transportasi wanita karena wanita itu punya kan ingin punya privasi sendiri. Dan dari segi pelayanan kita ada perhatian sendiri," tambahnya.

Sebagai awal permulaan usahanya, Lita memilih terjun langsung dalam usahanya ini. Dengan Yamaha Jupiter miliknya, Lita menjajal sebagai ojek syar'i yang resmi berdiri pada 10 Maret lalu

"Awalnya yang ngojek saya, nah baru sebulan, tiba-tiba ada yang SMS saya katanya ada yang mau gabung, saya pikir Alhamdulillah sekali, dari situ mulai nambah yang mau gabung," tambahnya.

Saat itu, Lita cukup tertantang dengan profesi barunya itu. Tapi dia sangat senang menjalani menambah pertemanan.

"Kalau tarifnya dulu masih perkiraan aja. Tapi sejak beberapa bulan lalu sudah ada tarif resminya," jelas dia.

Setelah merasakan usahanya ini mendapat sambutan cukup baik, Lita dibantu rekannya Reza Herdiyanti yang mengurus manajemen dan pemasaran. Untuk mengembangkan usahanya di daerah, mereka punya rekan yang mengurus bagian kemitraan bernama Agus.

"Saat ini kita ada di Surabaya, Malang, Yogyakarta, Gresik, Sidoarjo dan Jakarta Barat. Total sahabat pengendara (sopir) lebih kurang ada 30. Untuk armada, yang terbanyak masih di Surabaya 20, Sidoarjo 4, Jakbar 5, Malang 1, Yogyakarta barunya," tambahnya.

Untuk sistem orderan, saat ini masih dilakukan manual. Pengorder memesan lewat BBM, Whatsapp, SMS dan Line.

"Saat ini kita dengan cara manual, bisa juga memesan untuk waktu tertentu, bisa juga langsung," jelasnya.

Untuk tarif, pemesanan awal dikenakan tarif Rp 5.000. Sedangkan untuk per kilometer berikutnya dikenakan Rp 3.000.

"Sistem bagi hasilnya 70 untuk pengojek dan 30 persen untuk kita," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Reza menjelaskan, ke depan model order akan dimodernisasi dengan sistem aplikasi. Saat ini sistemnya tengah dipersiapkan.

"Insya Allah bulan depan sudah bisa dipakai aplikasinya. Kita dapat bantuan dari pengusaha aplikasi," pungkasnya. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Tukang Ojek
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini