Setelah Diberi Pelatihan, 30 Ulama Muda Akan Berdakwah di Inggris

Jumat, 12 April 2019 05:31 Reporter : Aksara Bebey
Setelah Diberi Pelatihan, 30 Ulama Muda Akan Berdakwah di Inggris Ridwan Kamil. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Setelah mengikuti pelatihan English for Ulama (EFU) selama hampir dua minggu, 30 peserta segera dikirim ke Inggris untuk berdialog dengan masyarakat Eropa tentang kedamaian di Indonesia dan Jawa Barat. Hal ini pun sekaligus upaya meluruskan kesalahpahaman mengenai ajaran Islam yang masih terjadi di luar negeri.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, setiap orang akan dikirim ke eropa selama enam bulan. Mereka bertugas berdialog dengan berbagai elemen masyarakat mengenai wajah Islam yang damai dan toleransi yang terbangun di Indonesia.

"Sehingga ujungnya adalah tidak ada lagi miskomunikasi, yang terjadi adalah kesepahaman yang membuat tidak ada lagi buruk sangka dan anak cucu kita Insyaallah hidup di dunia yang lebih damai tanpa prasangka," katanya melalui siaran pers yang diterima, Kamis (11/4).

Selain itu, dia meminta kepada para peserta EFU untuk menyelenggarakan program pelatihan yang sama di daerahnya masing-masing. Hal ini dilakukan untuk semakin menyebarkan budaya dan skill tambahan yang dimiliki ulama di Jabar.

"InsyaAllah (EFU) setahun empat kali, para lulusan saya motivasi untuk menyelenggarakan hal yang sama di daerah masing-masing, nanti kita dukung, sehingga makin lama menyebar dan menjadi budaya, bahwa semua ulama di Jawa Barat punya skill tambahan Bahasa Inggris," ujarnya.

Melalui program EFU ini, diharapkan para ulama yang telah fasih berbahasa Inggris mampu membuat konten dakwah dalam bentuk digital, salah satunya melalui akun Youtube dengan menggunakan bahasa Inggris agar bisa dimengerti oleh warga negara lain.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Moazzam Malik menilai program English for Ulama merupakan program strategis. Indonesia mempunyai peran penting di pentas dunia, karena bisa menjadi contoh penerapan sikap toleransi dan pluralisme yang baik.

Namun, lebih lanjut Moazzam juga menekankan pentingnya Indonesia dalam melindungi hak-hak kaum minoritas.

"Ada berbagai tantangan Indonesia, seperti harus bekerja keras menjaga hak-hak minoritas dalam negeri. Tetapi saya kira dibandingkan negara lain Indonesia lebih berhasil untuk menjaga keragaman dan pluralismenya," tutur Moazzam.

English for Ulama sendiri merupakan bagian dari English for West Java. Program ini untuk meningkatan kapasitas bahasa Inggris para ulama dan guru melalui kombinasi antara materi belajar dan mengajar digital yang kreatif dan pelatihan tatap muka yang inovatif dan interaktif. Program ini merupakan bagian dari kampanye nasional English for Indonesia yang diprakarsai oleh British Council dan Kedutaan Besar Inggris.

Peserta pelatihan English for Ulama tidak hanya dari kota dan kabupaten di Jawa Barat, namun juga perwakilan dari organisasi masyarakat seperti Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Mathaul Anwar, Persis, Persatuan Umat Islam, dan beberapa perwakilan ormas Islam lainnya. Di ujung pelatihan ini, para peserta juga diarahkan untuk menjadi mentor, sehingga ke depannya simpul pengajarannya terus tersambung ke ulama lainnya dan komunitas lebih luas.

Sementara itu, Direktur British Council Indonesia Paul Smith dalam keterangan tertulisnya yang diterima Humas Jabar mengatakan, bahwa English for West Java adalah sebuah program yang merepresentasikan nilainilai inklusif dari program English for Indonesia. Tujuannya untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati materi Bahasa Inggris yang berkualitas dan mudah diakses lewat materi online.

"Kami merasa bangga dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan upaya pengembangan life-skills masyarakat, kali ini untuk para Ulama di Jawa Barat," ujar Paul.

Paul berharap melalui sistem belajar inovatif, pelatih berpengalaman, dan materi belajar kreatif dari British Council, program pelatihan ini dapat mendukung para ulama untuk menjadikan Indonesia sebagai negara terdepan di bidang keberagaman dan isu-isu internasional lewat ajaran-ajaran Islam. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini