Seskab era SBY jawab tudingan sengaja hilangkan laporan TPF Munir

Selasa, 25 Oktober 2016 16:59 Reporter : Anisyah Al Faqir
Seskab era SBY jawab tudingan sengaja hilangkan laporan TPF Munir Munir dan Suciwati. ©2016 Merdeka.com/repro buku keberanian bernama munir

Merdeka.com - Hilangnya dokumen asli hasil investigasi Tim Pencari Fakta (TPF) kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM), Munir dipertanyakan. Tim ini dibentuk saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Setelah merampungkan tugasnya, pada periode Juni 2015, tim yang dipimpin Brigjen Marsudhi Hanafi menyerahkan berkas kepada SBY. Lalu kenapa dokumen sepenting itu bisa hilang?

"Perlu kami sampaikan bahwa sangat lah tidak benar, sekali lagi sangat lah tidak benar, jika laporan TPF Munir itu sengaja dihilangkan. Tidak ada kepentingan dan urgensi apa pun untuk menghilangkan naskah laporan itu," ujar mantan Seskab Sudi Silalahi di Cikeas, Selasa (25/10).

Sudi mengatakan, publik telah menyaksikan bukan hanya penyelidikan, penyidikan dan penuntutan yang dilakukan oleh negara, bahkan telah digelar sejumlah peradilan terhadap mereka yang didakwa melakukan kejahatan atas meninggalnya Munir. Namun dia tak menutup mata jika sejumlah pihak tak puas dengan keputusan pengadilan.

"Tidaklah harus mengatakan pemerintahan Presiden SBY tidak serius dan tidak menindak lanjuti temuan TPF Munir," tutur pensiunan jenderal bintang tiga itu.

Menurut, SBY selaku Presiden jika dianggap memiliki kewenangan luas, tetapi tidak memiliki hak dan kewenangan konstitusional untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka, dan harus diadili, dan kemudian harus dinyatakan bersalah. Jika masih ada kebenaran belum terungkap semua harus ditempuh sesuai dengan sistem dan aturan main yang diatur dalam konstitusi negara.

"Hal ini tidak berarti bahwa pintu untuk mencari kebenaran dan keadilan sejati atas meninggalnya saudara Munir tertutup bagi siapa pun, kalau memang masih ada kebenaran yang belum terkuak," tandasnya. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini