Serunya tradisi Omed-omedan, ciuman massal di Sesetan Denpasar

Kamis, 10 Maret 2016 19:56 Reporter : Gede Nadi Jaya
Serunya tradisi Omed-omedan, ciuman massal di Sesetan Denpasar Tradisi Omedan di Sesetan Denpasar. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjelang sore seluruh muda mudi yang belum menikah sudah bersiap di Banjar Kaja di Jalan Sesetan Denpasar, Kamis (10/3) Bali. Seperti biasa Sekaa Taruna Satya Dharma Kerti wajib melaksanakan tradisi Omed-omedan, yang digelar setiap tahun sehari setelah Nyepi.

Dalam tradisi ini, lelaki dan wanita dipisah, mereka lantas berebut berciuman. Hingga selanjutnya disiram atau diguyur air saat dua pasangan ini berpelukan.

Tradisi Omed-omedan diperkirakan telah ada sejak abad ke-17 dan terus berlangsung hingga saat ini. Sekali waktu di masa lalu, tradisi ini pernah ditiadakan. Tiba-tiba di tengah desa muncul dua ekor babi hutan yang saling bertarung.

Masyarakat Desa Sesetan menganggap hal tersebut sebagai pertanda buruk. Melihat pertanda ini, sesepuh desa segera memanggil kembali para muda-mudi untuk berkumpul dan menyelenggarakan Omed-omedan seperti biasa. Setelah kejadian itu, tradisi ini terus diadakan secara rutin sebagai upaya agar desa terhindar dari malapetaka.

Ketua Sekaa Taruna Satya Dharma Kerthi Komang Arya, pelaksanaan kegiatan Omed-omedan melibatkan sekaa teruna teruni atau pemuda-pemudi yang berumur 17 hingga 30 tahun dan belum menikah.

Prosesi Omed-omedan dimulai dengan persembahyangan bersama untuk memohon keselamatan dan kelancaran pelaksanaannya. Usai sembahyang, peserta dibagi dalam dua kelompok; laki-laki dan perempuan.

Kedua kelompok tersebut mengambil posisi saling berhadapan di jalan utama desa. Setelah seorang sesepuh memberikan aba-aba, kedua kelompok saling berhadapan. begitu dekat, mereka akan berciuman beberapa saat hingga ditarik atau disiram air oleh tetua desa untuk melepaskan ciuman.

"Kami berharap agar tradisi ini dapat terus dilestarikan dan generasi muda semakin berkreasi lagi," kata Komang Arya, Kamis (10/3).

Lanjutnya, untuk lebih memeriahkan acara tersebut maka digelar juga pasar rakyat atau yang lebih dikenal dengan peken paiketan Krama Sesetan yang terdiri dari food heritage, home industry atau kerajinan yang diikuti sebanyak 140 stand serta menampilkan beberapa parade seni dan band. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Hari Raya Nyepi
  2. Tradisi Unik
  3. Denpasar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini