Sering Pindah Rumah, Dua Sertifikat Tanah Jokowi di Solo Hilang

Jumat, 30 Agustus 2019 15:03 Reporter : Arie Sunaryo
Sering Pindah Rumah, Dua Sertifikat Tanah Jokowi di Solo Hilang Kantor BPN Surakarta. ©2019 Merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Dua sertifikat tanah di Kelurahan Banyuanyar Solo atas nama Joko Widodo, hilang. Kantor Pertanahan Surakarta telah mengumumkan kehilangan tanah milik presiden tersebut di media massa, Kamis (29/8) kemarin. Pengumuman tersebut sesuai prosedur yang berlaku, sebelum diterbitkan sertifikat baru.

Keluarga Jokowi di Solo membenarkan hilangnya 2 sertifikat mantan Wali Kota Solo itu. Keluarga mengaku telah mencari keberadaan sertifikat dua bidang tanah itu sejak setahun lalu. Dugaan sementara, sertifikat tersebut hilang akibat seringnya Jokowi berpindah-pindah tempat tinggal.

"Mungkin hanya ketelisut (terselip) saja. Karena pak Jokowi kan sering pindah rumah sejak menjadi wali kota," ujar Haryanto, saat dihubungi, Jumat (30/8).

Ia juga membenarkan, sejak setahun lalu keluarga sudah mencari, namun tidak ditemukan. Ia menduga sertifikat tersebut tercecer di rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung atau di rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta dan di Istana Merdeka saat menjadi presiden. Apalagi Jokowi menjadi wali kota selama 7 tahun.

"Pak Jokowi memang sering berpindah-pindah rumah sejak menjadi politisi. Saat menjadi Wali Kota, dia tinggal di rumah dinas Loji Gandrung. Mungkin saat mengangkut barang-barang itu ketelisut," katanya.

Setelah upaya pencarian gagal, keluarga kemudian berinisiatif membuat surat kehilangan ke kepolisian dan Kantor Pertanahan Surakarta. Menurut dia, kedua sertifikat tersebut merupakan lahan kosong.

"Saya belum tahu mau digunakan untuk apa. Keduanya lahan kosong di Banyuanyar," tutup Antok, sapaan akrab dia. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini