Seputar qada puasa Ramadan yang perlu diketahui

Selasa, 30 Mei 2017 10:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Seputar qada puasa Ramadan yang perlu diketahui Tarawih di Masjid Raya Bogor. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - ramadan merupakan bulan yang paling dirindukan oleh seluruh umat muslim. Hal itu karena bulan tersebut sangat istimewa di antara bulan lainnya. Dalam Ramadan setiap amal perbuatan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Namun ketika bergembira menyambut bulan suci tersebut, ada sebagian orang yang mesti meninggalkan puasa karena suatu halangan. Misalnya, orang sakit, musafir, haid dan nifas (bagi wanita) dan bagi orang yang merasa berat sehingga harus berbuka.

Dengan begitu, kewajiban berpuasa orang tersebut mesti mengqada atau ganti di lain hari. Khusus bagi orang sakit dan musafir soal kewajiban mengqada puasa telah ditetapkan dalam Alquran surah Al Baqarah ayat 185.

Sahru ramadanallazi unzila fihil kur'anu hudan lin nasi wa bayyinatin minal huda wal furkan(furkani), fa man sahida minkumus sahra fal yasumh(yasumhu), wa man kana maridan aw ala safarin fa iddatun min ayyamin uhar(uhara) yuridullahu bikumul yusra wa la yuridu bikumul usra, wa li tukmilul iddata wa li tukabbirullaha ala ma hadakum wa laallakum taskurun(taskuruna).

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."

Sedangkan bagi wanita haid dan nifas, dijelaskan dalam sunnah Nabi Muhammad SAW. Dari Aisyah RA berkata, "Kami pernah menjalani masa haid pada zaman Rasulullah SAW, maka kami diperintahkan mengqada puasa dan tidak diperintahkan mengqada shalat."

Dikutip dari buku Puasa Bersama Rasulullah karangan Syekh Yusuf Qardhawi, maka tidak dosa jika tidak segera dikerjakan selama masih ada niat untuk mengqada. Sebab kewajiban qada pada dasarnya tidak menuntut mesti segera dikerjakan, akan tetapi kalau segera dipenuhi itu lebih baik.

Aisyah RA berkata, "Aku tidaklah mengqada sesuatu pun dari apa yang wajib atas-Ku dari bulan Ramadan, kecuali di bulan Sya'ban hingga wafatnya Rasulullah SAW." (Mutaffakun A'laih).

Yang lebih utama dalam mengqada yaitu dikerjakan secara berturut-turut guna mempercepat jatuhnya fardhu dan keluar dari perselisihan pendapat. Ada sebagian ulama yang mewajibkan qada dikerjakan secara berturut-turut. Karena qada sederajat dengan melaksanakan tepat pada waktunya.

Akan tetapi boleh juga mengqada secara terpisah-pisah. Pendapat tersebut disepakati oleh jumhur ulama salaf dan khalaf. Dengan dalil bahwa puasa berturut-turut selama sebulan penuh menjadi wajib karena berkaitan dengan masa tertentu yakni bulan Ramadan. Sedangkan sesudah bulan Ramadan hendaklah berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari yang lain.

Pendapat ini sesuai dengan firmah Allah dalam surah Al Baqarah ayat 185. Dimana tidak terdapat dalam ayat ini perintah qada puasa secara berturut-turut. Allah SWT berfirman, "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran-kesukaran bagimu."

Namun ketika sudah memasuki bulan Ramadan kembali, sementara dia belum mengqada puasanya karena ada suatu halangan maka itu tidak apa-apa sesuai dengan ijma (kesepakatan para ulama). Tapi apabila dia melambatkan qada sampai masuk bulan Ramadan lagi tanpa adanya halangan (uzur), maka menurut sejumlah sahabat wajib baginya memberi makan dari setiap hari satu orang miskin. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Lentera Ramadan
  2. Ramadan 2017
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini