Seperti Jose Mujica, Soekarno pun tinggalkan istana naik VW tua

Kamis, 5 Maret 2015 06:20 Reporter : Ramadhian Fadillah
Seperti Jose Mujica, Soekarno pun tinggalkan istana naik VW tua Soekarno. ©Deppen/Cindy Adams

Merdeka.com - Presiden Uruguay Jose Mujica mundur dari jabatannya sebagai kepala negara pada awal pekan ini. Politikus karismatik 79 tahun tersebut digantikan oleh Tabare Vazquez, yang memenangkan pemilu sela.

Mujica dikenal sebagai presiden termiskin di dunia. 90 Persen gajinya disumbangkan untuk warga miskin. Dia dipuji dunia saat meninggalkan istana dengan mobil VW Kodok butut miliknya.

mobil vw kodok presiden uruguay jose mujica

Tak banyak yang tahu, Presiden Soekarno juga meninggalkan istana naik VW tua. Keadaan Soekarno saat itu jauh dari layak. Nasibnya tak berbeda dengan pesakitan.

Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) mencabut kekuasaan Presiden Soekarno tanggal 12 Maret 1967. Sebelumnya sejak Surat Perintah 11 Maret 1966, kekuasaan memang telah beralih pada Jenderal Soeharto.

Soekarno menolak anjuran loyalisnya untuk melawan Jenderal Soeharto. Dia memilih mengalah. Maka pelan-pelan Soekarno yang masih tinggal di Istana Negara dijadikan tahanan rumah. Pemerintahan Orde Baru mulai memerintahkan menurunkan gambar-gambar Soekarno dari kantor-kantor dan sekolah.

16 Agustus 1967, Soekarno meninggalkan Istana. Tak ada raungan sirine atau pengawalan laiknya seorang pejabat negara. Tidak ada lagi bendera kepresidenan yang 20 tahun menemani Soekarno.

"Bung Karno keluar hanya memakai piyama warna krem serta kaos oblong cap cabe. Baju piyamanya disampirkan di pundak, memakai sandal cap bata yang sudah usang. Tangan kanannya memegang koran yang digulung agak besar, isinya bendera sang saka merah putih," kata Perwira Detasemen Kawal Pribadi Sogol Djauhari Abdul Muchid.

Hal itu diceritakan dalam buku 'Hari-hari Terakhir Soekarno' yang ditulis Peter Kasenda dan diterbitkan Komunitas Bambu.

Tak ada pengawalan layaknya kepala negara, hanya seorang pria tua berusia 65 tahun terkantuk-kantuk dalam mobil tua menyusuri jalanan Jakarta yang macet.

Soekarno sempat tinggal di paviliun Istana Bogor. Gerakannya masih relatif bebas. Maka tentara kemudian melarang Soekarno kembali ke Jakarta. Tentu hal ini membuat Soekarno menderita.

Saat itu Bung Karno tengah berkeliling kota dengan menumpangi mobil VW Combi.

Tiba-tiba Bung Karno meminta ajudan perempuannya, Putu Sugiarti, untuk membeli satu ikat rambutan dari pedagang rambutan di pinggir jalan.

"Tri, beli rambutan.' Saya tanya 'Uangnya mana?' 'Sing ngelah pis,' ujarnya dalam bahasa Bali yang berarti saya tidak punya uang. Jadi pakai uang saya," cerita Putu Sugiarti di buku yang sama.

Kehadiran Bung Karno membeli rambutan membuat rakyat heboh. Mereka berlomba-lomba menyalami Soekarno.

Orde Baru tahu Soekarno masih punya karisma. Mereka terus berusaha menjauhkan Soekarno dari masyarakat.

Kelak Soekarno menjalani tahanan rumah di Wisma Yasoo, Jl Gatot Soebroto, Jakarta. Di sanalah dia meninggal dalam status tahanan rumah. [ian]

Baca juga:
Presiden termiskin di dunia lengser, pulang naik VW Kodok
Gaya unik Jose Mujica meeting dengan Raja Spanyol di tengah kebun

Para pemimpin dunia ini suka bagi-bagi harta untuk warganya

Mobil VW butut presiden miskin Uruguay ditawar Rp 12 miliar

Sulit dibayangkan mobil butut murah dipakai tiga presiden ini

Ini 5 presiden paling miskin di dunia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini