Seorang Pegawai Terpapar Covid-19, Satu Kantor di Balai Kota Solo WFH

Kamis, 22 Oktober 2020 18:16 Reporter : Arie Sunaryo
Seorang Pegawai Terpapar Covid-19, Satu Kantor di Balai Kota Solo WFH Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Perkembangan kasus positif Covid-19 di Kota Solo terus menunjukkan kenaikan. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo, hari ini, Kamis (22/10) kumulatifnya tembus 1.007 kasus. Dari jumlah tersebut 700 orang dinyatakan sembuh, 200 orang isolasi mandiri, 59 dirawat dan 38 orang lainnya meninggal dunia.

Salah satu kasus positif terkonfirmasi muncul di perkantoran kompleks Balai Kota Solo. Bahkan satu kantor dinas harus melakukan WFH atau work from home selama sepekan. Selama dikosongkan, gedung perkantoran tersebut akan disemprot disinfektan.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani membenarkan adanya kasus positif Corona di lingkungan Balai Kota Solo tersebut. Namun ia enggan dinas mana yang salah satu pegawainya terpapar Covid-19.

"Kantor dalam balai kota, satu orang positif. Kantornya disemprot disinfektan dulu, WFH bukan ditutup," ujar Ahyani kepada wartawan, Kamis (22/10).

Sekretaris Daerah Kota Solo itu menambahkan, satu orang pegawai tersebut sebelumnya melakukan rapid test dan hasilnya reaktif. Kemudian ditindaklanjuti dengan uji swab dan ternyata hasilnya positif.

"Sudah lama rapidnya, swabnya baru kemarin keluar," terangnya.

Akibatnya Dinas Kesehatan Kota Solo melakukan tracing kepada kontak dekat, baik keluarga maupun teman sekantor.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Nur Hariyani membenarkan jika seorang pegawai yang positif terkonfirmasi berasal dari kantornya. Hari ini sekitar 50 karyawan di lingkungan BKPPD melakukan uji swab. Mulai hari ini seluruh karyawan akan diliburkan dan harus bekerja dari rumah.

"Ini sementara semua teman-teman satu kantor diswab dulu. Ada 50an pegawai yang ikut swab," jelasnya.

Nur Hariyanti menambahkan, salah satu pegawai yang positif tersebut mempunyai riwayat pernah melakukan rapid test, sebagai syarat untuk mengurus CPNS ke Jakarta dengan hasil reaktif. Setelah ditindaklanjuti dengan uji swab ternyata hasilnya positif. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini