Seorang Dosen dan Staf Rektorat Unej Meninggal karena Covid-19

Rabu, 18 November 2020 16:56 Reporter : Muhammad Permana
Seorang Dosen dan Staf Rektorat Unej Meninggal karena Covid-19 Universitas Jember. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kabar duka menerpa Universitas Jember (Unej). Dua orang meninggal dunia dengan status positif terpapar Covid-19. Mereka adalah dosen dari Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan seorang lagi merupakan staf bagian keuangan di kantor pusat atau rektorat Unej.

"Informasi yang kami terima, benar keduanya meninggal karena Covid. Rektor dan seluruh keluarga besar Unej sangat kehilangan dengan peristiwa ini," ujar Kasubag Humas Unej Rokhmad Hidayanto saat dikonfirmasi, Rabu (18/11).

Dia mengaku tidak tahu dari mana kedua koleganya itu terpapar virus corona. Sebab, selama ini pihak kampus telah menerapkan perkuliahan secara daring dan bekerja dari rumah (Work Form Home/WFH) sesuai kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

"Kita telah melakukan pencegahan penularan Covid selama ini telah sesuai protokol kesehatan. Unej juga menjalankan aturan dari kementerian terkait dengan menjalankan 1/2 karyawannya WFH, bergantian. Kita juga terus berusaha menyeimbangkan antara kebutuhan perlindungan kesehatan dengan pelayanan publik bagi pemangku kepentingan," ujarnya.

Pihak kampus juga telah melakukan sterilisasi di ruangan bagian keuangan, tempat di mana karyawan yang meninggal tersebut bekerja. Selain itu, seluruh karyawan lain di bagian tersebut juga diminta bekerja dari rumah.

"Tadi pagi sudah dilakukan penyemprotan disinfektan. Kita juga telah melakukan tracing bagi siapa saja yang melakukan kontak dengan yang bersangkutan," papar pria yang akrab disapa Didung.

Adapun dosen FIB yang meninggal tersebut, Didung memastikan bahwa dosen senior tersebut tidak melakukan kegiatan pembelajaran di kampus. "Dosen tidak ada kewajiban hadir di kampus karena proses belajar mengajar dilakukan secara daring, untuk karyawan juga diberlakukan separuh bekerja dari rumah secara bergantian," ucap Didung yang juga alumnus FIB Unej ini.

Usai meninggalnya karyawan dengan status positif korona, pihak kampus belum memastikan apakah akan mewajibkan seluruh karyawan di kantor pusat untuk bekerja dari rumah (WFH).

"Tim Pos Covid Unej masih melakukan observasi dengan mempertimbangkan asas kecermatan dan kehati-hatian," pungkas Didung.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Jember, Mat Satuki membenarkan adanya seorang dosen dan seorang karyawan Unej yang meninggal karena Covid. "Tadi malam meninggalnya," ujar Satuki saat dikonfirmasi, Rabu (18/11).

Satgas Covid Jember, lanjut Satuki juga telah berkoordinasi dengan Pos Covid Unej yang terdiri dari akademisi Fakultas Kedokteran dan jurusan keilmuan lain di Unej. "Sudah berkoordinasi, karena Unej punya satgas juga. Untuk bantuan penyemprotan dan sebagainya juga sudah ditangani," tutur Satuki. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini