Seorang Anak Berusia 13 Tahun di Alor Dicabuli Koster Gereja

Jumat, 30 September 2022 12:48 Reporter : Ananias Petrus
Seorang Anak Berusia 13 Tahun di Alor Dicabuli Koster Gereja Ilustrasi kekerasan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus pencabulan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Belum lama ini publik NTT dihebohkan dengan aksi pencabulan yang dilakukan seorang calon pendeta (vikaris), terhadap belasan remaja dan orang dewasa.

Kali ini seorang koster gereja melakukan pencabulan terhadap anak berusia 13 tahun, yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Mirisnya, aksi bejat itu dilakukan pelaku berulang kali, yakni sejak 28 Juli hingga 10 Agustus 2022.

Korban yang biasanya dicabuli setiap pukul 04.00 WITA ini awalnya merahasiakan. Karena sudah tidak tahan, korban kemudian berterus terang kepada kedua orang tuanya, bahwa telah dicabuli pelaku yang juga tetangga mereka.

Korban mengaku setiap kali dicabuli dia diimingi-imingi uang sebesar Rp5.000 hingga Rp50.000 oleh pelaku. Atas pengakuan itu, keluarga melaporkan kasus ini Polres Alor dengan nomor LP/B/297/IX/2022/SPKT/Polres Alor/Polda NTT.

Pelaku berinisial KAdj alias Tian (57) itu sudah memiliki anak dan istri.

Kapolres Alor, AKBP Ari Satmoko kepada wartawan mengatakan, kasus pencabulan tersebut kini sedang ditangani Satu Reskrim Polres Alor.

Perbuatan pelaku dilakukan di kamar belakang rumah korban, pada pukul 04.00 WITA antara tanggal 28 Juli hingga 10 Agustus 2022.

"Pelaku melakukan tipu muslihat dan bujuk korban untuk mencabuli korban dan iming-iming uang Rp5.000 sampai Rp50.000 setiap kali mencabuli korban," ujarnya.

Pelaku sudah diamankan dan ditahan di sel Polres Alor sambil menunggu proses hukum lebih lanjut. Sementara korban sudah menjalani visum dan diperiksa penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Alor.

Pelaku dijerat pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, sebagaimana dirubah dengan undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana. Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara. [cob]

Baca juga:
Bejat, Pria Paruh Baya di Keerom Cabuli Anak Tiri 10 Kali Sejak 2021
Pria Nyaris Setengah Abad di Bali Bawa Kabur dan Cabuli Bocah 14 Tahun hingga Hamil
Bocah Empat Tahun Trauma Berat Usai Dicabuli Paman, Pelaku Ditangkap Polisi
Aksi Bejat Tiga Pelajar SMA di Bengkalis Gilir Siswi SMP
Tangisan Bocah 12 Tahun Bongkar Kasus Pencabulan di Bener Meriah Aceh
Isyarat Korban Perkosaan Bocah Ingusan ke Guru BP: Di Hutan Kota Banyak yang Pacaran?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini