Sengketa Pilkada Gunung Mas, Akil akhirnya akui terima Rp 3 M

Senin, 2 Juni 2014 20:01 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Sengketa Pilkada Gunung Mas, Akil akhirnya akui terima Rp 3 M Sidang Akil Mochtar. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Terdakwa kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) Muhammad Akil Mochtar mengakui meminta uang Rp 3 miliar terkait pengurusan sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Pengakuan itu muncul setelah Jaksa pada KPK, Elly Kusumastuti menanyakan permintaan '3 ton emas' kepada Hambit Bintih melalui Nissa. Dalam dakwaan Jaksa dari KPK tertulis jika Akil telah menerima uang suap senilai Rp 3 miliar terkait pengurusan sengketa Pilkada Gunung Mas.

Saat itu Elly membacakan bukti transkrip pesan singkat Akil dengan Nissa mengenai permintaan itu yang disampaikan melalui kata sandi yakni 'tiga ton emas'.

"Yah pokoknya siapkan tiga ton deh emasnya. Itu yang paling kurang. Mohon penjelasan bapa soal statement itu," cecar Elly kepada Akil pada saat pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (2/6).

Namun saat mendengar pertanyaan Jaksa, Akil sempat menampik dengan menyebut jika hal tersebut merupakan gurauan dirinya dengan Nissa. Akil mengaku sering bergurau dengan pihak yang berperkara di MK.

"Ya itu bergurau karena tadinya konteksnya Gunung Mas. Jadi menyebutkan tiga ton emas, jadi itu konteks awalnya," jawab Akil.

Namun Jaksa Elly terus mencecar dengan menegaskan apakah pembicaraan tersebut berkaitan dengan adanya permintaan bantuan Hambit melalui Nissa dalam sengketa Pilkada Gunung Mas. Merasa terpojok Akil pun membenarkan dakwaan tersebut.

"Ya (komunikasi) itu masih dalam satu rangkaian. Jadi itu bergurau," jawab Akil.

Namun saat dibacakan pesan singkat yang menyebut dirinya meminta uang, Akil masih saja berkelit tidak menerima uang itu. "Apa jawaban Bu Nissa nanti dibawakan 3 ton emas dan dijawab bapak 3 M maksudnya, betul?" tegas Elly bertanya.

Akil pun mengakuinya. "Iya (uang)," Akil menjawab.

Dalam dakwaan Jaksa KPK, Akil dituliskan telah menerima uang suap senilai Rp 3 miliar terkait pengurusan sengketa Pilkada Gunung Mas. Hal itu disampaikan Akil melalui kata sandi yani 'tiga ton emas'. Permintaan itu pun direalisasikan Hambit Bintih melalui Chairun Nisa.

Uang itu diantarkan langsung oleh Chairun Nissa dan Cornelis Nalau Antun. Selang beberapa waktu kemudian petugas KPK menangkap tangan ketiganya dengan tuduhan melakukan suap. [ren]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini