Sengketa lahan di Lampung berujung 3 nyawa melayang

Selasa, 15 Maret 2016 05:45 Reporter : Dede Rosyadi
Sengketa lahan di Lampung berujung 3 nyawa melayang Ilustrasi Bentrokan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Bentrokan antara warga yang terjadi Jumat (11/3), di Dusun Terang Agung Kampung Gunung Terang, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, Sumatera Selatan mengakibatkan tiga orang tewas dan belasan orang mengalami luka-luka. Bentrok diduga dipicu perebutan lahan garapan dan jatah uang keamanan menanam singkong di Hutan Tanaman Industri (HTI) di berbatasan dengan Kabupaten Way Kanan.

Peristiwa itu berawal dari penyanderaan oleh warga Terang Agung terhadap warga Terang Sakti yang dilakukan oleh Irawan cs di posko HTI, Dusun Terang Sakti Tiyuh Gunung Terang, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Telukbetung Barat (TBB).

Pukul 13.00 WIB sekitar 500 orang massa gabungan dari Dusun Terang Sakti dan Tri Mulyo melakukan pencarian untuk penyerangan ke posko Terang Sakti. Massa mendapati dua orang yang disandera telah tewas. Massa lantas mengamuk mencari Irawan yang diduga pelaku pembunuhan itu.

"Namun kelompok gabungan tidak menemukan pelaku. Selanjutnya massa membakar enam unit sepeda motor yang ditinggalkan pelaku di Posko HTI, dan membakar 3 unit rumah (diduga milik para pelaku penyanderaan Bos, Irwan kecil, dan Irawan Tato), dan yang dirusak rumah milik Usuf," ujar Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih, Sabtu (12/3).

Pukul 13.30 WIB, sambung Sulis, Kapolsek Gunung Terang AKP Sobari bersama anggota mendatangi TKP/posko HTI di Dusun Terang Agung. Polisi menemukan korban dua orang tewas dengan luka bacok dan luka tembak di kepala.

"Identitas korban atas nama Ketut Sartono alias Anggi dan Komang Suparte alias Potek. Selanjutnya anggota Polsek melakukan penggalangan untuk meredam emosi masyarakat," ungkap Sulistyaningsih.

Pukul 16.00 WIB, Kapolres Tuba AKBP Agus Wibowo tiba di lokasi, sekitar 300 orang massa masih mencari Irawan Cs dan polisi meminta massa membubarkan diri. Sekitar Pukul 16.45 WIB, massa akhirnya membubarkan diri dan berkumpul di Posko Banjar yang merupakan perbatasan Kabupaten Way Kanan.

Pukul 17.00 WIB, Kapolres Tulang Bawang menemui tokoh adat, masyarakat dan agama Kecamatan Gunung Terang untuk memberikan imbauan meredam warga agar tidak terprovokasi.

Pukul 20.00 WIB dilakukan pertemuan di Balai Banjar, Dusun Terang Sakti Kecamatan Gunung Terang Kabupaten Tuba Barat yang di hadiri oleh Kapolda Lampung, Dir Intelkam, Kapolres Tuba, Kasat Intelkam dan masyarakat suku bali Dusun Terang Sakti guna mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi terkait kejadian pembunuhan di dusun Terang Agung. [cob] SELANJUTNYA

Topik berita Terkait:
  1. Bentrok Lampung
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini