Sengketa Lahan Berujung Penyegelan SDN Karang Rahayu 01 Bekasi

Selasa, 29 Oktober 2019 14:24 Reporter : Adi Nugroho
Sengketa Lahan Berujung Penyegelan SDN Karang Rahayu 01 Bekasi SDN Karang Rahayu di Bekasi. ©2019 Merdeka.com/Adi Nugroho

Merdeka.com - Sekolah Dasar Negeri Karang Rahayu 01 di Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi sempat disegel oleh ahli waris pemilik lahan, Yakoeb Andrianto pada Sabtu lalu. Segel baru dibuka pada Senin siang kemarin setelah ada mediasi antara pemerintah daerah dengan ahli waris.

Penyegelan diawali dengan pemasangan spanduk bertuliskan lahan seluas 1.270 meter yang berdiri bangunan sekolah merupakan milik ahli waris H. Sebleng bin Naiyam yaitu Yakoeb Andrianto. Keesokan harinya, akses ke sekolah ditutup bahkan sejumlah ruangan dipaku.

Hal ini membuat siswa di sekolah tersebut terpaksa memanjat pagar ketika masuk pada Senin pagi. Tapi, setelah ada pertemuan antara pemerintah dengan ahli waris yang dimediasi oleh DPRD, segel dibuka pada Senin pukul 09.30 WIB. Aktivitas belajar mengajar normal lagi.

Dasar kepemilikan lahan adalah putusan Pengadilan Negeri Bekasi perkara nomor: 200/Pdt.G/2017/PN. Bks. Putusan dikuatkan sampai kasasi ke Mahkamah Agung bahwa status lahan tersebut milik ahli waris. Sehingga, pengadilan memerintahkan pemerintah membayar lahan yang dipakai sebagai fasilitas sosial tersebut.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan, pemerintah berjanji membayar lahan seluas 1.270 menggunakan anggaran daerah pada tahun 2020. Oleh karenanya, pemerintah meminta ahli waris bersabar. Sebab persiapan anggaran butuh proses di APBD.

"Kami sudah berkonsultasi dengan DPRD supaya memprioritaskan anggaran pembayaran lahan itu dalam penyusunan APBD," ucap Eka di Cikarang pada Selasa (29/10).

Eka menambahkan, selain SD Karang Rahayu 01, kabarnya ada banyak sekolah yang berdiri di atas lahan milik ahli waris. Oleh sebab itu, pemerintah akan menginventarisasi melalui dinas pendidikan setempat. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini