Sempat Terpukul, Wakil Walkot Bandung Ungkap Perjuangan Lawan Corona di Ruang Isolasi

Minggu, 5 April 2020 13:29 Reporter : Lia Harahap
Sempat Terpukul, Wakil Walkot Bandung Ungkap Perjuangan Lawan Corona di Ruang Isolasi Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Akun Instagram @kangyanamulyana ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, sempat menjalani isolasi setelah dinyatakan positif virus Corona atau Covid-19. Usai diperbolehkan kembali ke rumah, pria akrab disapa Kang Yana ini bercerita tentang perjuangannya sembuh melawan virus yang menyerang pernapasan ini.

"Saya sangat bersyukur, Allah masih sayang sama saya. Ketika pertama kali divonis Covid-19 jujur saya terpukul. Yang saya ingat adalah kematian," kata dia dalam keterangannya di Bandung. Demikian dikutip dari Antara, Minggu (5/4).

Selama menjalani perawatan di ruang isolasi, Kang Yana, hanya berpikir bagaimana dia bisa sembuh. Dia diisolasi selama 11 hari.

"Saya tidak tahu dunia luar, makan bubur, bertahan hidup. Saya makan apapun yang dikasih. Berupaya tetap makan, berupaya tetap minum, obat mah ada yang suntik ada yang oral, pokoknya saya SOP dari dokter saya jalani, nggak ada yang nggak," kata dia.

Selama itu, ia tidak bisa menerima kunjungan dari siapa pun, termasuk keluarganya. Hanya telepon genggam menjadi temannya di ruangan.

"Saya yakin semua penyakit pasti ada obatnya. Semua semata-mata karena izin Allah, saya bersyukur hari ini bisa sehat dan sudah negatif," katanya.

Selain itu, katanya, tentunya dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat yang terus memberi semangat untuk sembuh.

"Pasti keluarga, anak, istri, saya juga cukup banyak dorongan doa, banyak WA (WhatsApp) juga dari masyarakat ke saya. Katanya 'Kang amanah akang belum selesai membangun Bandung'. Itu jadi spirit buat saya untuk istri anak keluarga, dan saya punya utang pengabdian untuk masyarakat," katanya.

1 dari 1 halaman

Pesan untuk Pasien Covid-19

Dengan pengalaman tersebut, ia ingin setiap pasien yang masih terjangkit virus corona juga terus berjuang. Kuncinya, kata dia, terletak pada pikiran yang positif dan kedisiplinan mengikuti seluruh anjuran dokter.

"Bahwa Insya Allah setiap penyakit ada obatnya. Spirit untuk hidup harus ada. Mudah-mudahan dengan begitu imun kita positif. Kalau pikiran kita positif, imun kita naik. Semua ini pasti seizin Allah. Apa pun yang terjadi itu berarti takdir," katanya.

Maka dari itu, ia mengimbau masyarakat tetap menahan diri untuk tidak keluar rumah kecuali ada kepentingan yang mendesak. Selain itu, terus menerapkan prosedur kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran virus yang kini menjadi pandemi tersebut.

"Cukup banyak orang-orang yang dia tidak bergejala, merasa sehat karena daya tahan tubuhnya baik, padahal dia positif. Akhirnya dia jadi tidak steril, dia menularkan kepada siapa pun tanpa dia sadari. Dia tularkan ke keluarganya, ke orangtuanya, ke temannya, bahkan ke orang yang mungkin nggak dikenal," kata dia.

Setelah dinyatakan sembuh, Kang Yana seperti mendapat kesempatan kedua untuk menjalani hidup dengan lebih bermakna. Beberapa kali Yana tampak ngantor di Balai Kota Bandung.

Saat bekerja, ia menerapkan prosedur kesehatan dengan menggunakan masker khusus serta sarung tangan.

Yana dinyatakan positif Covid-19 diduga setelah menghadiri acara Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat di Karawang pada 8 Maret 2020.

Salah seorang yang hadir di acara tersebut ada yang dinyatakan Covid-19. Pada akhirnya nyawa orang tersebut tidak tertolong karena kesehatannya yang memburuk. [lia]

Baca juga:
PD Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang
Penumpang KRL Wajib Gunakan Masker
OJK Sebut Debitur KPR Bisa Tangguhkan Cicilan Selama 1 Tahun
Sunyi Kanal Banjir Timur Tanpa Pasar Malam akibat Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini