Sempat Kabur dari Ruang Isolasi, PDP di Garut Diamankan di Rumahnya

Senin, 30 Maret 2020 04:03 Reporter : Mochammad Iqbal
Sempat Kabur dari Ruang Isolasi, PDP di Garut Diamankan di Rumahnya Ruang isolasi pasien corona di Garut. ©2020 Merdeka.com/Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Garut sempat kabur dari ruang isolasi RSUD dr Slamet pada Sabtu (28/3) malam. Selama beberapa jam pasien tersebut sempat dicari petugas hingga akhirnya ditemukan di rumahnya.

Komandan Koramil Bayongbong, Kapten Infanteri Jaja menyebut sebelum kabur pasien tersebut sempat masuk ruang isolasi pada Sabtu (28/3) siang sekitar pukul 13.30, usai dijemput oleh tim dari Dinas Kesehatan dari Puskesmas.

"Pas menjelang malam, sekitar magrib kita menerima informasi bahwa pasien tersebut kabur dari ruang isolasi," ujarnya, Minggu (29/3).

Danramil mengaku bahwa pihaknya langsung memerintahkan anggotanya untuk ikut melakukan pencarian pasien yang kabur tersebut bersama pihak kepolisian dan kecamatan. Menjelang tengah malam, pasien tersebut akhirnya ditemukan di rumahnya.

"Saat diketahui pasien tersebut ada di rumahnya, kita langsung kunci di dalam rumah dari luar agar tidak bergerak lagi sambil kita berkoordinasi dengan petugas dari Dinas Kesehatan. Sekitar pukul 00.00, pasien tersebut akhirnya dibawa kembali ke ruang isolasi RSUD dr Slamet Garut. Sekarang sudah di sana," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan usia 20 tahun. Sebelumnya pasien tersebut baru pulang dari Bogor pada Rabu (18/3) dan mengeluhkan sakit gigi ditambah demam.

Pada Kamis (26/3), ungkap Jaja, pasien tersebut pun dilakukan penyelidikan epidemiologi oleh petugas kesehatan. Saat itu pun pasien mengeluhkan demam, sakit tenggorokan, sesak nafas, lemah, nyeri otot, mual, nyeri abdomen, sakit menelan, dan susah makan.

Ia kemudian dirawat di Puskesmas sampai Sabtu (28/3) dan dirujuk ke RSUD dr Slamet Garut. "Informasi yang kita terima statusnya pasien dalam pengawasan," ungkapnya.

Terkait aksi kaburnya pasien dari ruang isolasi, jelas Jaja, sang pasien mengaku takut di ruang isolasi sehingga merencanakan aksi pelarian diri. Pasien yang saat itu di ruang isolasi, kepada petugas yang berjaga izin pergi ke toilet namun tidak pernah kembali lagi.

Dari informasi yang diterimanya, di ruang isolasi tersebut memang tidak terdapat toilet sehingga harus menuju toilet yang lokasinya cukup jauh dari ruang isolasi.

"Sebetulnya di rumah sakit juga orang tua pasien ini ada menunggu di luar, tapi pasien ini tetap kabur. Saat kabur ia mengaku menggunakan elf dan ojek untuk bisa sampai di rumahnya," jelasnya.

Dari informasi yang sempat beredar di aplikasi WhatsApp, pasien yang kabur dari RSUD dr Slamet Garut itu diketahui sejak di Bogor sudah sakit, namun kabur ke Garut. Dalam pesan yang beredar, disebutkan kalau pasien tersebut positif corona.

Atas informasi tersebut, Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid 19 Kabupaten Garut, Ricky R Darajat membantah informasi yang beredar di masyarakat. Ia menyebut bahwa pasien tersebut pulang biasa namun sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas. "Dia punya penyakit penyerta," singkatnya. [did]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini