Sempat Ditunda, Joko Driyono Hadapi Sidang Tuntutan Hari Ini

Selasa, 2 Juli 2019 14:33 Reporter : Merdeka
Sempat Ditunda, Joko Driyono Hadapi Sidang Tuntutan Hari Ini Joko Driyono Jalani Sidang Perdana. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Terdakwa kasus perusakan barang bukti skandal pengaturan skor sepak bola, Joko Driyono (54), hari ini menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang tuntutan ini sedianya digelar Kamis (27/6), namun ditunda karena berkas belum rampung.

"Iya hari ini klien kami. Joko Driyono menjalani sidang tuntutan. Menurut jadwal digelar pada pukul 14.00 WIB," kata Pengacara Joko Driyono, Mustofa Abidin saat dikonfirmasi, Selasa (2/7).

Menurut Mustofa, hingga kini jaksa belum mampu membuktikan kliennya melakukan tindak pidana. Dia berharap jaksa pun dapat bersikap adil.

"Yang pasti dari kami Dakwaan jaksa sejauh ini belum ada yg bisa dibuktikan secara dah dan menyakinkan.Tapi namanya jaksa pasti menyatakan klien kami bersalah," ujar dia.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU, Sigit Hendradi, menerangkan Joko Driyono mengambil DVR Server CCTV dan satu unit Laptop merk HP Note Book di ruangan Kantor PTLiga Indonesia, Gedung Rasuna Office Park (ROP) D0-07 di Jalan Taman Rasuna Timur Menteng Atas Setiabudi Kuningan Jakarta Selatan.

Padahal, ruangan sudah di pasang Police Line atau garis Polisi oleh Tim Penyidik Satuan Tugas Anti Mafia Bola dalam rangka proses penyidikan sebagaimana Laporan Polisi Nomor LP/6990xll/2018/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 19 Desember 2018 atas nama pelapor Sdri. Lasmi ndaryani.

"Ruangan di Police Line Rabu, tanggal 30 Januari 2019 sekira Jam 10.00 WIB," kata Sigit di ruang sidang, Senin (6/5).

Sigit menguraikan kronologi tindak pidana yang dilakukan oleh Joko Driyono (54). Mulanya, anak buahnya bernama Kokoh Afiat menghubungi Joko Driyono. Kokoh melaporkan penyegelan ruangan Kantor PT. Liga Indonesia.

"Terdakwa jawab dengan pertanyaan baiknya harus bagaimana? Terus terdakwa minta untuk di telepon," ujar Sigit.

Joko Driyono yang mengetahui kantornya disegel menghubungi anak buahnya yang lain bernama Muhamad Mardani Morgot.

"Terdakwa menanyakan, apakah Muhamad Mardani Morgot masih ingat password fingerprint pada pintu belakang ruang kerja terdakwa" ucap Sigit.

"Muhamad Mardani Morgot mengatakan: kalau baterai automatic-nya tidak habis maka Muhamad Mardani Morgot masih bisa masuk karena jari telunjuk kanan Muhamad Mardani Morgot masih terdata atau terekam di fingerprint pada pintu belakang ruang kerja terdakwa" ujar sigit.

Kemudian, Sigit melanjutkan, Joko Driyono menyuruh anak buahnya tersebut mengambil semua kertas-kertas dan notebook yang ada diruangan kerja terdakwa.

"Selain buku bacaan atau majalah yang ada pada rak dan laci meja kerja," ujar dia.

Dijelaskan, Muhamad Mardani Morgot masuk sendirian ke ruangan terdakwa melalui Apartemen Tower 10 Nomor 1003 H. Itu merupakan akses khusus untuk Terdakwa masuk keruangannya.

"Yang bisa langsung masuk ke ruang kerja terdakwa," terang dia.

Muhamad Mardani Morgot membawa barang bukti dan di disimpan di dekat Pos Gardu Pemadam Kebakaran dilingkungan Apartemen.

Tak cuma itu, Muhamad Mardani Morgot bersama Mus Mulyadi kembali masuk keruangan kerja terdakwa untuk menghilangkan rekaman CCTV dengan cara mencabut DVR ( Digital Video
Recorder) dengan tujuan agar Tim Penyidik tidak dapat melihat rekaman kegiatan dan aktivitas di kantor PT. Liga Indonesia.

"Serta tidak dapat dilihat siapa-siapa orang yang pernah bertemu dengan terdakwa. Kemudian Muhamad Mardani Morgot mengganti dengan DVR CCTV yang rusak," ujar dia.

DVR CCTV yang masih bagus dan Notebook dibawa ke tempat parkir kendaraan milik Jeep VW Tiguan Warna Silver No. Pol. B-2598-TE yang parkir di lantai Basement Rasuna Office Park.

Lalu, terdakwa menyuruh Muhamad Mardani Morgot agar barang-barang tersebut dipindahkan.

"Terdakwa mengatakan: yang penting jangan berada di mobil Terdakwa," ujar dia.

Terakhir, Muhamad Mardani Morgot memindahkan barang berupa Notebook ke Apartemen Terdakwa di Taman Rasuna Tower 9 lantai 18 C sedangkan DVR CCTV dipindahkan ke mobil Honda City milik Herwindyo.

"Semua dilakukan atas perintah terdakwa. Sementara terdakwa tidak memiliki izin dari penyidik Satgas Anti Mafia Bola," ujar Sigit.

Reporter: Ady Anugrahadi
SumbeR: Liputan6.com [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini