Semangat peserta UNBK di SMPN 1 terbuka di Tangsel demi pendidikan lebih tinggi

Kamis, 26 April 2018 11:05 Reporter : Kirom
Semangat peserta UNBK di SMPN 1 terbuka di Tangsel demi pendidikan lebih tinggi 123 pelajar SMPN Terbuka 1 Tangerang Selatan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekolah Menengah Pertama Negeri Terbuka 1 Tangerang Selatan memaksakan diri menggelar ujian nasional berbasih komputer (UNBK). Kepala Sekolah SMPN1 Tangsel, Syadeli mengaku dengan terpaksa menggelar UNBK untuk sekolah terbuka satu-satunya di Tangsel ini.

"Ya kita keterbatasan komputer dan ruang untuk pelaksanaan UNBK, ini kami pinjam laptop, karena kami hanya punya 10 unit saja, sisanya kami pinjam dari dewan guru dan orang tua," ucapnya, Kamis (26/4).

Diterangkan dia, saat ini 123 pelajar dari warga miskin yang berasal dari lima tempat kegiatan belajar (TKB) seperti Pondok Aren, Jombang, Pondok Cabe, Serpong dan Setu ini mengikuti UN yang dibagi ke dalam 3 shift.

"Setiap shift 40 siswa, semua berjalan lancar hanya hari pertama saja server down," katanya.

Ahmad Ramadhan, peserta UNBK SMPN Terbuka 1 berharap bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi. Meski hanya mengikut kegiatan belajar mengajar tiga kali seminggu itu, dia yakin mampu mengerjakan soal ujian dengan baik.

"Kalau soal Insaya Allah, yakin bisa. Harapannya bia lanjut SMA, mudah-mudahan ada jalan, ada yang mau membantu," ucap anak yang juga bekerja sebagai kuli bangunan itu.

Ucapan senada juga disampaikan Kayla Yusrina Zihni. Siswi ini punya mimpi menempuh pendidikan sampai ke jenjang yang lebih tinggi.

"Cita-cita sih bisa sampai kuliah, inginnya memperbaiki nasib," ucap Kayla yang sejak kecil ditinggal orang tuanya.

Dalam pelaksanaannya, Tuti menerangkan, mulanya para siswa kesulitan mengakses komputer, meski sudah tiga kali melakukan simulasi sebelum pelaksanaan UNBK di mulai.

"Kendala yang dialami para siswa cuma gaptek saja, padahal sudah uji coba, mungkin dia lupa, jadi kami bantu," ucapnya.

Dia berdoa semua anak didiknya bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang lebih tinggi.

"Doa kami anak-anak semangat sekolah, untuk perbaikan nasib mereka kedepan. Karena banyak alumni terbuka yang bisa membuktikan dan mereka sukses hingga masuk perguruan tinggi negeri favorit. Tahun ini ada alumni terbuka yang masuk ITB, tahun lalu ada yang di STAN, karena kita tidak tahu, mungkin mereka yang miskin ini bisa jadi pemimpin kemudian hari," ucap dia. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini