Selundupkan paspor palsu, dua warga Nigeria ditangkap

Rabu, 6 Maret 2013 14:20 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Dua WNA asal Nigeria ditangkap imigrasi. aryo©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap dua warga Nigeria karena diduga menyelundupkan enam paspor palsu. Seluruh paspor itu diduga bakal diberikan dan digunakan oleh beberapa warga Nigeria, yang sudah melebihi batas waktu menetap (overstay), di Indonesia.

Dua warga Nigeria yang ditangkap itu bernama Raphael Madukwe Okeke dan Eminike Marcellinus Louis. Raphael adalah penerima barang, sementara Eminike adalah salah satu pemilik paspor palsu itu.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha Ditjen Imigrasi, Maryoto Sumadi MS, enam paspor palsu itu dikirim dari Lagosh, Nigeria, ke Indonesia melalui jasa pengiriman DHL. Paket itu dikirim atas nama Anna, kepada Raphael. Dia mengatakan, petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional mencurigai dan menyita paket itu.

"Berbagai dokumen diduga akan disalahgunakan oleh beberapa orang warga Nigeria, yang melebihi batas tinggal di Indonesia," kata Maryoto dalam jumpa pers di Kantor Pusat Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jakarta, Rabu (6/3).

Petugas Bea dan Cukai kemudian menghubungi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata paket itu berisi album foto, yang di balik sampulnya disembunyikan beberapa paspor dengan logo negara Nigeria, dengan beberapa nama berbeda. Yakni Ukundu Stanley, Kalu Chima Henry, Njoku Samuel Ogbonna, Nduaguibe Wisdom, Nwokoma Chigozie, Eminike Louis Marcellinus.

Atas petunjuk itu, petugas Imigrasi mendatangi kantor DHL di bilangan Grogol, Jakarta Barat. Saat itu, mereka berhasil menangkap orang suruhan Raphael, bernama Zulkifli, yang hendak mengambil paspor.

Setelah itu, petugas Imigrasi langsung menangkap Raphael di Hotel Kalisma Showroom 105 di Jalan K.S. Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat. Beberapa saat berselang, petugas Imigrasi menangkap Eminike di rumahnya di perumahan Poris Paradise Nomor C.10 Tangerang, Banten.

Menurut Maryoto, sampai saat ini penyidik Imigrasi masih mengembangkan penyidikan terhadap Raphael dan Eminike. Hal itu guna mengungkap apakah keduanya termasuk dalam jaringan penyelundup paspor palsu, atau bahkan termasuk jaringan pengedar narkoba.

Raphael Madukwe Okeke selaku penerima barang dijerat dengan pasal 121 huruf (a) dan (b) juncto Pasal 122 huruf (a) juncto pasal 123 huruf (a), dan pasal 130 Undang-Undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Sementara Eminike Marcellinus Louis sebagai pemilik salah satu paspor palsu, melanggar pasal 113 juncto pasal 121 huruf (b) juncto pasal 122 huruf (a) dan pasal 123 Undang-Undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

"Kedua tersangka saat ini masih ditahan di Ruang Detensi Imigrasi. Nanti sore akan dipindahkan Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, buat melanjutkan penyidikan," lanjut Maryoto. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Imigrasi
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.