Seluk Beluk Hipertensi, Masalah Kesehatan yang Banyak Diderita Masyarakat

Selasa, 24 Mei 2022 16:11 Reporter : Ya'cob Billiocta
Seluk Beluk Hipertensi, Masalah Kesehatan yang Banyak Diderita Masyarakat Ilustrasi Hipertensi. ©CC0 Public Domain

Merdeka.com - Hipertensi merupakan penyakit dengan prevalansi tinggi. Berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2018, angkanya mencapai 34,1 persen.

Adapun Badan Kesehatan Dunia atau WHO mencatat bahwa hipertensi adalah suatu kondisi di mana pembuluh darah memiliki tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg).

Akan hal tersebut, tidak hanya orang tua saja yang perlu mewaspadainya, bahkan kini anak-anak muda memiliki risiko hipertensi yang tidak kalah besar. Hampir 95 persen kasus hipertensi dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan genetik. Kasus hipertensi sendiri tercatat sebagai kasus kematian utama di seluruh dunia.

Stella Palar, dokter spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal dan hipertensi dari Siloam Hospital Manado, Sulawesi Utara menuturkan, aliran darah diedarkan ke seluruh tubuh di dalam pembuluh darah yang disebut arteri, tekanan darah adalah kekuatan mendorong darah dari dinding arteri. Dikenal tekanan darah sistolik

"(Sistolik) yaitu setiap kali jantung berdenyut, jantung memompa darah ke dalam arteri dan diastolik yaitu ketika jantung istirahat di antara denyutan ketika tekanan darah turun. Contoh tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg," kata Stella, Manado, Selasa (24/5).

Dia melanjutkan, ketika tekanan darah tetap meningkat, kronik dalam waktu atau periode yang lama dapat dikatakan tekanan darah tinggi (hipertensi). Hal ini berbahaya karena dapat menyebabkan jantung bekerja terlalu berat dan menyebabkan kekakuan pembuluh darah (aterosklerosis).

Penderita yang mempunyai tekanan darah melebihi 140/90 mmHg saat istirahat disebut hipertensi. Namun diagnosa hipertensi tidak dapat hanya mengandalkan satu kali pemeriksaan, namun harus berulang untuk mengkonfirmasi diagnosis hipertensi, sebagai pencegahan yang disebut hipertensi jas putih dan hipertensi terselubung.

2 dari 2 halaman

Faktor Penyebab dan Penanganan

Stella mengingatkan, penyebab hipertensi dibagi menjadi dua kategori yaitu primer yang presentasinya sekitar 90-95 persen, dan tidak diketahui penyebabnya. Kemudian sekunder sekitar 5-10 persen yg penyebabnya diketahui seperti penyakit ginjal, metabolik, jantung dan pembuluh darah, kehamilan, obat obatan dan beberapa lainnya.

Apabila hipertensi tidak diobati dan tidak terkontrol akan beresiko gagal jantung, serangan jantung, penyakit ginjal, kebutaan.

"Konsultasikan dengan dokter anda yang akan memberikan obat penurun tekanan darah guna melindungi dan memperbaiki organ target, pahami pula sejumlah faktor risiko sekaligus teratur memeriksakan tekanan darah," pungkas Stella.

Adapun asupan makanan bergizi, rutin berolahraga, pertahankan berat badan ideal, hindari konsumsi alkohol dan rokok turut mempengaruhi keberadaan hipertensi. [cob]

Baca juga:
Ukur Tekanan Darah secara Rutin Penting Dilakukan untuk Tekan Risiko
Seiring Bertambahnya Usia, Risiko Hipertensi Juga Semakin Meningkat
Cara Makan Sehat bagi Pasien Diabetes dan Hipertensi saat Lebaran
Tips Bagi Penderita Hipertensi untuk Bisa Berpuasa Ramadan dengan Aman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini