Seloroh Menteri Tito: Baris Paling Belakang Saat Akabri, Mungkin Karena Stunting

Selasa, 19 November 2019 14:22 Reporter : Merdeka
Seloroh Menteri Tito: Baris Paling Belakang Saat Akabri, Mungkin Karena Stunting Mendagri Tito Karnavian. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Stunting atau permasalahan gizi yang menghambat pertumbuhan anak menjadi PR serius pemerintahan saat ini. Itu sebabnya, pemerintah dalam hal ini Menteri Kesehatan, dr Terawan berjanji terus memonitor perkembangan masalah tersebut namun tetap diperlukan kerja sama semua pihak.

"Saya yakin Pak Menkes diberi tugas khusus untuk itu. Tapi beliau perlu kita dukung bersama, perlu didukung oleh pusat, semua kementerian termasuk Mendagri akan dukung beliau," kata Tito.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara pemberian penghargaan Swasti/Saba Kabupaten dan Kota 2019 di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019).

Berbicara soal stunting, Tito sempat bersoloroh. Dia menduga sebagai korban stunting sebab semasa menjalani pendidikan di Akabri, dirinya selalu di barisan belakang.

"Saya mungkin salah satu yang terkena problem stunting zaman dulu. Karena saya masuk Akabri saya (baris) paling belakang terus. Maka kerupuk tok di Palembang," kelakar Tito.

Oleh karena itu, dia berharap masalah ini bisa segera ditangani.

"Angkanya cukup besar yang pernah stunting, atau sedang dalam proses stunting alias kurang gizi. Sehingga terjadi kekerdilan," ungkap Tito.

1 dari 1 halaman

Moeldoko Minta Tiap Warga Pelihara Ayam

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengimbau masyarakat memelihara ayam agar setiap keluarga bisa makan sehat setiap hari. Hal tersebut adalah upaya untuk mencegah terjadinya stunting.

"Mengharapkan masyarakat mungkin perlu setiap keluarga punya ayam gitu. Penting itu. Karena enggak perlu beli. Enggak perlu makan aneh-aneh. Makanan lokal itu yang dioptimalisasi," kata Moeldoko di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jumat (15/11).

Moeldoko menceritakan dulu pernah memelihara ayam. Dengan memelihara ayam, Moeldoko bisa membeli buku dari hasil menjual telur ayam.

"Saya pelihara 3 ayam cukup untuk sekolah sendiri. Mungkin nanti perlu digiatkan kalau setiap keluarga punya ayam," kata Moeldoko.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com [ray]

Baca juga:
Pemkab Garut Dapat Bantuan Rp44 M untuk Turunkan Angka Stunting
Mencegah Stunting dan Gizi Buruk di Amurang Barat
Saran Moeldoko Cegah Stunting: Setiap Keluarga Pelihara Ayam
Protein yang Masuk pada Anak Bisa Bantu Cegah Stunting
Tekan Angka Stunting, Menteri KKP Janji Tingkatkan Potensi Kelautan di Jabar

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini