Selama Ramadan, diskotik hingga panti pijat di Malang wajib tutup

Selasa, 16 Juni 2015 17:51 Reporter : Darmadi Sasongko
Selama Ramadan, diskotik hingga panti pijat di Malang wajib tutup ilustrasi diskotik. © Standard.co.uk

Merdeka.com - Pemerintah Kota Malang melarang diskotik, panti pijat, spa, pub, bar, kafe, karaoke, dan klub malam beroperasi selama Ramadan. Para pengusaha hiburan di Kota Apel itu diimbau menghormati datangnya Ramadan 1436 Hijriah.

"Tidak ada toleransi bagi tempat hiburan. Semua harus tutup sesuai dengan peraturan yang tertuang dalam Perwal Nomor 15 Tahun 2014," kata Walikota Malang, Muhammad Anton, di sela Sosialisasi Perwal Hiburan Selama Ramadan kepada pengusaha hiburan di Kota Malang, Selasa (16/6).‬

Sementara tempat spa khusus wanita, pijat refleksi, dan pijat tuna netra masih diperbolehkan beroperasi seperti biasa.‬ Tempat hiburan seperti warung internet, bioskop, biliar dan tempat hiburan ketangkasan diperbolehkan buka, tapi hanya pada jam tertentu.‬

Menurut Muhammad, tempat permainan bola tangkas hanya boleh buka mulai pukul 20.00 WIB sampai 02.00 WIB. Sementara tempat penyewaan PlayStation harus buka mulai pukul 13.00 WIB sampai 17.00 WIB. Tetapi pada Minggu, tempat penyewaan PlayStation diperbolehkan buka mulai tiga jam lebih awal. Sedangkan bagi warnet harus tutup mulai pukul 17.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Bioskop di Malang juga dibatasi jam bukanya. Mereka hanya boleh buka mulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB, lalu buka kembali pukul 20.00 WIB sampai 24.00 WIB. Hanya saja saat Minggu bisa beroperasi sejak pukul 10.00 WIB sampai 17.00 WIB, kemudian buka kembali pukul 20.00 WIB sampai 24.00 WIB.

Para penjual makanan dan minuman selama puasa tetap diperbolehkan buka, tapi diwajibkan menutup supaya tidak terlihat langsung. Fasilitas musik hidup di rumah makan diperbolehkan berjalan mulai pukul 17.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Khusus tempat hiburan merupakan fasilitas hotel, berdasarkan pengumuman Walikota Malang Nomor 5 Tahun 2015 awalnya hanya diperbolehkan beroperasi pada jam-jam tertentu, dan dikhususkan hanya bagi tamu hotel. Tetapi aturan itu diubah dengan mengacu pada Perwal Nomor 15 Tahun 2014.

"Awalnya kami mengakomodir usulan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) untuk memperbolehkan tempat hiburan fasilitas hotel tetap beroperasi. Namun setelah ditinjau ulang, seluruh tempat hiburan di hotel juga harus tutup selama Ramadan," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu.‬

Muhammad berharap seluruh pengusaha bisa mematuhi aturan telah ditetapkan. Sehingga pelaksanaan ibadah puasa selama Ramadan berjalan dengan tertib dan lancar.

Sekretaris PHRI Kota Malang, Indra Etha Widyanti, tidak mempermasalahkan larangan dalam aturan tersebut. Pihaknya juga mengimbau seluruh pengelola hotel anggota PHRI tidak membuka tempat hiburan selama Ramadan.

"Kalau aturan pemerintah sudah seperti itu, kami harus patuh. Memang dengan ditutupnya fasilitas hiburan hotel agak dirugikan, karena tamu hotel bisa berkurang. Hotel tetap bisa berinovasi asalkan tidak melanggar aturan," kata Indra.‬

Sebagai gantinya, guna menyiasati tutupnya tempat hiburan di lingkungan hotel, Indra menyarankan bisa menyediakan layanan berupa menu berbuka bersama atau program lain.‬ [ary]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ramadan 2015
  3. Hiburan Malam
  4. Malang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini