Selama bertahun-tahun, pelajar di Subang belajar di kelas rusak parah

Selasa, 17 Juli 2018 10:28 Reporter : Bram Salam
Selama bertahun-tahun, pelajar di Subang belajar di kelas rusak parah Siswa di Subang belajar di bawah atap kelas hampir ambruk. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bungurjaya Desa Sukahaji, Kecamatan Ciasem, Subang rusak parah. Empat ruang kelas rusak termakan usia.

Kondisi memprihatinkan ini seakan sudah menjadi hal yang lumrah bagi guru dan murid di sekolah tersebut. Empat ruang kelas tak layak itu, masih digunakan meski sangat membahayakan.

Kerusakan terjadi terutama di bagian atap yang ambrol hingga puing-puingnya berserakan di lantai, dari plafon hingga kayu penyangga. Selain itu, lantai semen pun retak-retak. Bahkan meja dan kursi nampak usang. Mirisnya lagi kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bungurjaya, gedung sekolah itu tak pernah mendapat sentuhan pemerintah sejak dibangun tahun 1992. Padahal kondisi bangunan dapat mengancam keselamatan siswa maupun guru.

"Atap banyak bocor membuat kelas sering tergenang air saat hujan, sehingga siswa pun harus mencari lokasi lain untuk belajar," kata Anang, Selasa (17/7).

Sama halnya dengan kondisi plafon, pintu-pintu di sekolah tersebut juga dalam kondisi rusak parah. Belum lagi dinding sekolah yang mulai berlubang dan rapuh termakan usia. Hingga balok kayu yang dipasang menempel di dinding mulai lepas.

Meski demikian, kata Anang para siswa di sekolah tersebut tetap semangat menimba ilmu. Sehingga prestasi yang didapat pun cukup membagakan para guru.

"Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi sekolah ini agar anak-anak bisa dengan aman dan nyaman menuntut ilmu," harapnya.

Menurut salah satu orang tua siswa, Tati Hendarti mengatakan kondisi sekolah banyak yang bocor dan rusak membuat khawatir anaknya menjadi korban tertimpa runtuhan atap plafon.

"Khawatir anak saya sedang belajar tertimpa reruntuhan bangunan yang mengancam keselamatan," katanya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini