Selain Trio, Ternyata Ada 1 Kasus KIPI Fatal Diduga Berkaitan Vaksin AstraZeneca

Senin, 17 Mei 2021 13:24 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Selain Trio, Ternyata Ada 1 Kasus KIPI Fatal Diduga Berkaitan Vaksin AstraZeneca Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2020 REUTERS

Merdeka.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengirimkan surat kepada Kementerian Kesehatan RI pada 11 Mei 2021 lalu. Surat bernomor R-PW.01.13.3.35.05.21.394 perihal Tindak Lanjut KIPI Fatal Vaksin Covid-19 AstraZeneca itu ditujukan kepada Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes.

"BPOM melalui UPT BPOM dalam proses melakukan investigasi handling vaksin terkait adanya 2 laporan KIPI serius fatal yang diduga berkaitan dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca (COVAX) bets CTMAV547," dikutip dari surat yang dikirim BPOM ke Kemenkes, 11 Mei lalu itu.

Perihal pernyataan di surat tersebut, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Siti Nadia Tarmizi, tidak mengelak. Dia membenarkan bahwa ada dua kasus KIPI fatal/serius di Jakarta yang diduga disebabkan oleh vaksin AstraZeneca batch CTMAV547.

"Iya kalau KIPI AstraZeneva yang dimaksud itu dua-duanya di Jakarta," kata Nadia saat dihubungi merdeka.com, Senin (17/5).

Nadia tidak membeberkan lebih detil kedua kasus tersebut. Diketahui bahwa kasus pertama yang dimaksud menimpa Trio Fauqi Virdaus, karyawan outsourcing PT Pegadaian (Persero) yang meninggal satu hari setelah disuntik vaksin AstraZeneca di Gelora Bung Karno 5 Mei lalu. Sedangkan satu kasus lainnya belum terungkap.

Secara terpisah, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Hindra Irawan Satari, juga membenarkan ada dua kasus KIPI serius yang diduga disebabkan oleh vaksin AstraZeneca batch yang sama dengan Trio, yakni CTMAV54. Dia juga membenarkan bahwa kejadiannya bulan Mei ini.

Hindra mengaku pihaknya masih melakukan investigasi terhadap satu kasus yang belum bisa dipublikasikan itu.

"Iya batch yang sama dengan Trio, iya kejadiannya (bulan Mei) sekarang sedang kami investigasi," kata Hindra saat dihubungi merdeka.com, Minggu malam (16/5).

Sebelumnya, pada hari Minggu kemarin (16/5), Kemenkes akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara produksi dan penggunaan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah. Diketahui bahwa pemerintah menerima 3,852,000 dosis AstraZeneca pada 26 April 2021 lalu melalui skema Covax Facility/WHO. Dari jumlah tersebut, ada 448,480 dosis vaksin AstraZeneca batch CTMAV547. Sehingga, hanya 448.480 atau 11,64 persen vaksin yang dihentikan sementara distribusi dan penggunaannya. Sedangkan batch lainnya, pemerintah memutuskan untuk tetap berjalan.

"Batch ini sudah didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara. Penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi Covid-19 membawa manfaat lebih besar,” kata Nadia Tarmizi selaku juru bicara vaksinasi Kemenkes. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini