Selain Ruang Menteri Agama, KPK Juga Geledah Kantor PPP

Senin, 18 Maret 2019 14:09 Reporter : Merdeka
Selain Ruang Menteri Agama, KPK Juga Geledah Kantor PPP penjagaan di kantor PPP. ©2014 Merdeka.com/aryo

Merdeka.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mencari bukti tambahan terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Penyidik kini tengah menggeledah Kemenag dan Kantor Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Siang ini, dalam rangka penyidikan, tim disebar di Kantor Kementerian Agama dan Kantor PPP," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (18/3).

Febri tak menjelaskan lebih jauh lokasi mana saja yang digeledah oleh tim penyidik. Menurut Febri, penggeledahan masih berlangsung di beberapa lokasi tersebut.

"Kami percaya pihak-pihak di lokasi akan kooperatif dan mendukung proses ini," kata Febri.

Penggeledahan kantor berlambang Kabah ini untuk mencari bukti lain kasus dugaan suap tersebut. "Diduga terdapat bukti-bukti yang relevan dengan perkara di lokasi-lokasi tersebut," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan pihaknya baru akan menggeledah ruang kerja Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin hari ini, Senin (18/3).

Selain ruang kerja Menteri Lukman, tim penyidik KPK juga akan mencari bukti dan informasi lain dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) di ruang kerja Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan.

"Insya Allah hari ini (ruangan) yang kemarin kita segel, itu kita periksa (geledah)," ujar Agus di Gedung Ombudsman RI, Jakarta Selatan.

Diketahui, ruang kerja Lukman dan Nur Kholis disegel usai tim penindakan mengamankan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi dalam operasi tangkap tangan (OTT). Penangkapan Romi berkaitan dengan jual beli jabatan di Kemenag.

"Nanti kalau sudah (diperiksa), kita buka (segel ruangan Lukman dan Nur Kholis," kata Agus.

Dalam kasus ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenang).

Romahurmuziy diduga menerima suap sebesar Rp 156.758.000 terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.

Selain Romahurmuziy, KPK juga menetapkan dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS).

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com [did]

Topik berita Terkait:
  1. Ketum PPP Ditangkap KPK
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini