Selain Ridwan Kamil, Khofifah Juga Surati Jokowi Terkait Omnibus Law

Jumat, 9 Oktober 2020 13:51 Reporter : Erwin Yohanes
Selain Ridwan Kamil, Khofifah Juga Surati Jokowi Terkait Omnibus Law Asyik Panen Jambu Kristal, Begini Gaya Blusukan Khofifah di Bojonegoro. ©2020 Merdeka.com/Instagram @khofifah.ip

Merdeka.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku telah mengirimkan surat berisi tentang tuntutan buruh yakni penangguhan pemberlakuan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Ia menyebut, surat tersebut sudah dikirimkan ke presiden melalui Mendagri Tito Karnavian.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga mengirimkan surat ke Jokowi terkait permintaan buruh terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja. Dia berharap surat tersebut bisa sampai dan dibaca hingga dijadikan sebagai sebuah masukan dari rakyat dan buruh di Jabar terkait UU yang dianggap merugikan.

Khofifah mengatakan, telah menerima perwakilan buruh/pekerja dan melakukan dialog dengan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI ) Ahmad Fauzi, Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jazuli, dan Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Achmad Soim.

"Aspirasi mereka yang meminta Gubernur untuk berkirim surat resmi kepada Presiden Joko Widodo langsung saya penuhi. Hari ini surat dikirim melalui Mendagri," ungkapnya dalam rilis resminya, Jum'at (9/10).

Dia menjelaskan, surat yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo itu berisi tentang Pemprov Jawa Timur meneruskan aspirasi serikat buruh dan serikat pekerja untuk mengajukan permohonan penangguhan pemberlakuan Undang-undang Omnibus Law yang telah memperoleh persetujuan bersama antara Pemerintah dan DPR RI.

Khofifah mengaku, Pemprov Jatim juga akan memfasilitasi perwakilan buruh untuk berangkat ke Jakarta guna beraudiensi dan dialog langsung dengan Menkopolhukam Mahfud MD dalam waktu dekat.

"Mereka minta untuk beraudiensi dan dialog dengan Pak Menkopolhukam Mahfud. MD, kami akan fasilitasi transportasi mereka ke Jakarta dan telah mengomunikasikan ke Pak Mahfud untuk menerima perwakilan buruh atau pekerja asal Jatim awal minggu depan," terangnya.

Soal aksi anarkis yang terjadi di Gedung Negara Grahadi kemarin, Khofifah menyerahkan sepenuhnya proses hukum tersebut pada Kepolisian. Ia berharap, aksi semacam itu tidak akan terulang ke depannya, meski dalam proses demokrasi semua aspirasi secara terbuka diberi ruang untuk diakselerasikan.

"Kalau tujuannya untuk menyampaikan aspirasi, unek-unek, dan tuntutan, saya yakin aksi pengrusakan itu tidak akan terjadi," tutupnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini