KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Sekolah untuk para petani di Bali

Jumat, 2 Mei 2014 12:00 Reporter : Chazizah Gusnita
Petani cabai. ©2014 merdeka.com/yulistyo pratomo

Merdeka.com - Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali mengajak para petani untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki. Caranya, para petani ikut dalam sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT).

SLPTT ini menjangkau petani penggarap lahan seluas 15.000 hektare dalam tahun 2014.

"Kegiatan tersebut terdiri atas pemantapan seluas 12.000 hektare dan pengembangan 3.000 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardana di Denpasar, Kamis (1/5).

Ida Bagus mengatakan, upaya ini dilakukan untuk menekankan kemampuan petani dalam mengatasi serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Harapannya, agar mampu meningkatkan produksi persatuan hektare.

Dalam meningkatkan produksi pertanian itu juga menerapkan sistem "of rise instensifikasi" (SRI) yakni membantu sarana produksi kepada petani serta melakukan gerakan peningkatan produksi padi yang berbasis koorporasi.

"Program SRI dalam 2014 itu mempunyai sasaran untuk menjangkau lahan seluas 7.800 hektare meningkat dari realisasi tahun sebelumnya yang hanya 5.800 hektare," jelasnya.

Kegiatan lainnya menyangkut pembinaan teknis, subsidi benih, tambahan subsidi pupuk organik, brigade pengolahan tanah. Pengendalian OPT melalui pengamatan secara berkala, menyediakan pestisida di tingkat kabupaten dan provinsi dalam jumlah yang memadai.

"Semua upaya itu bertujuan untuk meningkatkan produktivitas persatuan hektare," ungkapnya.

Produktivitas tanaman padi di Bali 58,60 kuintal gabah kering panen (GKP) per hektare selama tahun 2013, melebihi produksi rata-rata tingkat nasional.

Produksi rata-rata itu meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 58,09 kuintal/hektare. Bali hingga kini memiliki lahan sawah seluas 81.625 hektare atau 14,53 persen dari luas daratan Pulau Dewata.

Lahan sawah tersebut sebagian besar masih berpengairan setengah teknis (90,25 persen), sisanya irigasi sederhana, irigasi desa (non pekerjaan umum) dan sawah tadah hujan. [cza]

Topik berita Terkait:
  1. Advertorial
  2. Kementerian Pertanian
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.