Sekolah diliburkan dan razia indekos jelang sidang PK Baasyir

Selasa, 12 Januari 2016 06:33 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo, Chandra Iswinarno
Sekolah diliburkan dan razia indekos jelang sidang PK Baasyir PN Cilacap siapkan detektor untuk pengamanan sidang PK Baasyir. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Jelang penyelenggaraan sidang peninjauan kembali (PK) kasus terorisme Abu Bakar Baasyir, Pengadilan Negeri (PN) Cilacap Jawa Tengah mulai terlihat beberapa persiapan. Alat pemindai logam dan tenda dipersiapkan buat pengamanan di lingkungan PN Cilacap sudah dipersiapkan.

Humas PN Cilacap, Catur Prasetyo mengatakan, waktu sidang belum bisa dipastikan. "Kalau menurut jadwal sekitar pukul 09.00 WIB, tetapi kita masih menunggu tim jaksa dari Kejaksaan Jakarta Selatan dan juga tim pengacara yang sebenarnya berasal dari Jakarta," katanya saat ditemui di ruangannya kemarin.

Catur mengemukakan, selain persiapan ruang sidang yang akan menggunakan ruang sidang Wijayakusuma berkapasitas seratus orang, pendukung lainnya ikut dibenahi.

"Nanti akan ada tenda di luar dan juga proyektor serta sound system untuk pengunjung yang tidak bisa masuk ke dalam. Selain itu, metal detektor juga sudah disiapkan untuk persidangan kali ini," ujar Catur.

Dari informasi dihimpun, Kepolisian Resor (Polres) Cilacap menurunkan sebanyak 560 personel dari unsur Brimob dan Polres Cilacap. Untuk penyelenggaraan sidang Baasyir, juga dilakukan pengalihan arus lalu lintas yang berada di depan PN Cilacap, Jalan Letjen Soeprapto.

Bahkan, sekolah yang berada di depan Pengadilan Negeri (PN) Cilacap terpaksa diliburkan. Kepala Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah I Cilacap, Khaerul Anwar mengatakan, pemberitahuan disampaikan secara lisan oleh bagian binmas Polres Cilacap.

"Kami diberitahukan akan ada sterilisasi di sekitar Jalan Letjen Soeprapto mulai pukul 00.00 WIB, Selasa (12/1). Selain itu, murid kami juga diminta untuk belajar di rumah," kata Khaerul saat ditemui merdeka.com.

"Untuk sementara memang belum ada surat resmi dari pihak yang berwenang, namun kami masih menunggu," ujar Khaerul. [ary] SELANJUTNYA

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Peninjauan Kembali
  3. Cilacap
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini