Sekda Cilegon diperiksa KPK untuk kasus dermaga Kubangsari

Senin, 10 September 2012 12:13 Reporter : Razif Azmar
Sekda Cilegon diperiksa KPK untuk kasus dermaga Kubangsari Gedung KPK. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi pembangunan trestle dermaga Pelabuhan Kubangsari, Cilegon. Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan mantan Wali Kota Cilegon, Tubagus Aat Syafaat sebagai tersangka.

Nama Sekretaris Daerah Pemkot (Sekda) Cilegon, Abdul Hakim Lubis dan Ibrahim Madawi dari PT Baka Raya Utama tampak terpampang pada papan informasi jadwal pemeriksaan KPK, Senin (10/9).

"Keduanya diperiksa untuk kasus Kubangsari dengan tersangka Tb AS," ungkap Priharsa Nurgraha pada wartawan, Senin (10/9).

Sebelumnya, KPK juga telah memeriksa Wali Kota Cilegon, Tb Iman Aryadi pada Selasa (28/8) lalu. Anak Tubagus Aat Syafaat ini diperiksa sebagai saksi.

Selain orang nomor 1 Cilegon itu, KPK juga telah memeriksa Wakil Walikota Cilegon, Drs H. Edi Hariadi juga telah diperiksa tim penyidik KPK sebagai saksi pada Rabu (6/6) lalu.

Dalam kasus ini, mantan Walikota Cilegon, Aat Syafaat, telah resmi menyandang status tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Dermaga Trestle Kubangsari Kota Cilegon. Aat diduga telah merugikan negara hingga Rp 11,5 miliar.

KPK menduga kasus korupsi yang terjadi terkait dengan tukar guling lahan untuk pembangunan Pabrik Krakatau Posco dan Pelabuhan Kota Cilegon antara pihak Pemerintah Kota Cilegon dengan PT Krakatau Steel. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini