Sejumlah Bangunan dan Fasilitas Umum di Maluku Rusak Akibat Gempa

Kamis, 26 September 2019 13:21 Reporter : Ya'cob Billiocta
Sejumlah Bangunan dan Fasilitas Umum di Maluku Rusak Akibat Gempa Gempa di Ambon. Antara

Merdeka.com - Gempa magnitudo 6,8 yang mengguncang Pulau Ambon menyebabkan sejumlah bangunan rusak. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Farida Salampessy mengatakan, berdasarkan laporan sementara yang diterima gempa menyebabkan bangunan rumah penduduk, perkantoran, pasar dan fasilitas umum rusak.

Gempa menyebabkan sambungan Jembatan Merah Putih (JMP) retak dan bagian-bagian bangunan kampus Universitas Pattimura Ambon rusak, termasuk gedung rektorat, auditorium dan gedung Fakultas Kehutanan.

Gempa juga menyebabkan kerusakan di Pasar Apung Negeri Pelauw, Kabupaten Maluku Tengah serta dua rumah warga di Desa Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan dan satu rumah warga di Hative Kecil, Kota Ambon.

Selain itu, gempa menyebabkan keretakan beberapa bagian jalan utama menuju dermaga feri Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, sehingga mengganggu pelayanan penyeberangan dari Hunimua menuju Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Beberapa bangunan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon juga rusak akibat gempa. Seorang dosen institut itu meninggal dunia tertimpa reruntuhan dan seorang mahasiswanya terluka kena reruntuhan bangunan akibat gempa.

Gempa juga menyebabkan kerusakan pada satu bangunan masjid di kawasan Gunung Malintang Ambon, Gedung BLK dan Maluku City Mall (MCM) di Desa Passo, Kantor Badan Ketahanan Pangan, Kantor Dinas Sosial Provinsi Maluku serta Gereja Rehoboth.

"Laporan ini baru bersifat sementara karena petugas BPBD masih terus melakukan pendataan di lapangan," kata Farida.

Berkenaan dengan korban jiwa, Farida menuturkan, bahwa menurut data terkini gempa menyebabkan empat terluka dan empat orang meninggal dunia.

Dia juga berharap warga melaporkan kerusakan bangunan rumah dan fasilitas umum maupun korban yang meninggal dunia atau terluka ke BPBD.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan BPBD Kota Ambon untuk menyosialisasikan kondisi terkini kepada masyarakat, sehingga tidak menimbulkan kepanikan dan ketakutan," katanya.

Sementara itu, warga Kota Ambon dan sekitarnya saat ini mengungsi ke kawasan dataran tinggi karena khawatir tsunami datang meski Kepala Stasiun Geofisika Ambon Sunardi telah menyampaikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Dikutip dari Antara. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Gempa
  2. Gempa Maluku
  3. Gempa Ambon
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini