Segenting apa hingga ada wacana perpanjangan Kapolri

Kamis, 19 Mei 2016 05:45 Reporter : Al Amin
Segenting apa hingga ada wacana perpanjangan Kapolri Badrodin Haiti. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Masa jabatan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti akan berakhir pada Juli mendatang. Sejumlah pihak, sebut saja Komisioner Kompolnas dan Indonesia Police Watch (IPW) sudah memprediksi nama-nama yang bakal masuk bursa calon Kapolri berikutnya.

Namun, di internal Polri sendiri ternyata belum membahas lebih jauh siapa yang layak menggantikan Kapolri. Hal ini diungkapkan Kepala Biro Penerangan Humas, Brigjen Pol Agus Rianto.

Sejumlah anggota parlemen mempertanyakan wacana memperpanjang masa jabatan Jenderal Badrodin Haiti sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo. Apabila benar diperpanjang maka Presiden Jokowi harus menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu).

"Kalau ada Perppu kan urgensinya juga belum ada, tapi kalau presiden bisa mengomunikasikannya dengan baik, saya pikir bisa-bisa saja diperpanjang. Makanya perlu ada komunikasi yang matang agar semuanya bisa menerima (jika keluarkan Perppu)," kata Anggota Komisi III DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Senada dengan Sufmi Dasco, anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu mempertanyakan urgensi wacana perpanjangan masa jabatan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Menurut Masinton, di tubuh Polri sendiri masih diperlukan adanya regenerasi.

Lalu segenting apa hingga ada wacana perpanjangan Kapolri?

Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala mengatakan, wacana pemberhentian dan pengangkatan Kapolri diatur dalam dalam Pasal 11 Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia. Dalam Pasal 1 disebutkan, Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.

"Kepemimpinan dalam satu tahun belum membuat perubahan radikal untuk itu dengan pergantian Pak Badrodin dengan tujuan baik cukup ideal," kata Adrianus saat dihubungi merdeka.com, Rabu (18/5).

Meski begitu, Adrianus belum menilai, ada baiknya Badrodin Haiti diganti, bukan karena kinerjanya buruk, melainkan, di tubuh Polri diperlukan adanya regenerasi. "Saya pribadi setuju beliau diganti," ujarnya.

Wacana perpanjangan masa tugas Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mencuat seiring makin dekatnya masa jabatan Kapolri pada Juni mendatang. Kabarnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal memperpanjang masa jabatan Jenderal Badrodin.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengaku siap jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memintanya untuk memimpin institusi Polri. Namun, dia menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada Presiden Jokowi.

"Tentu itu hak prerogatif presiden, apa yang diputuskan sebagai prajurit tentu kita siap," kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (13/5).

Menurut mantan Kapolda Jatim itu, sebagai prajurit harus siap jika mendapat perintah dari atasan. Sehingga, Badrodin mengaku tidak keberatan bila Jokowi benar-benar memperpanjang masa jabatannya.

"Sebagai prajurit tentu kita siap. Pensiun siap, alhamdulillah. Enggak pensiun ya enggak apa-apa," tandas dia. [amn]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini