Seekor Orangutan Tersesat dan Masuk Pemukiman Warga di Paser

Kamis, 10 Juni 2021 22:33 Reporter : Saud Rosadi
Seekor Orangutan Tersesat dan Masuk Pemukiman Warga di Paser Orangutan nyasar di Desa Lusan. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) dilaporkan tersesat di permukiman warga Desa Lusan, Muara Komam, kabupaten Paser, di Kalimantan Timur. Satwa dilindungi itu terlihat jinak. Tim penyelamatan Orangutan dari BKSDA Kalimantan Timur dan Borneo Orangutan Survival (BOS-F) tengah berada di desa itu untuk mengevakuasi. Lantaran dikabarkan Orangutan itu kembali masuk ke dalam hutan.

Peristiwa itu terjadi Selasa (7/6) pagi. Orangutan itu tiba-tiba terlihat di depan rumah warga dan terlihat akrab dengan warga yang menuntunnya berjalan. Bahkan memberikannya makan.

"Saya berada di Desa Lusan waktu itu. Kalau dari warga desa, sepanjang mereka berkebun dan beraktivitas sehari-hari lainnya, itu pertama kalinya mereka melihat Orangutan itu," kata Camat Muara Komam Rasyid, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (10/6).

Rasyid menerangkan, meski khawatir Orangutan membahayakan warga desa, namun warga menyadari Orangutan adalah satwa dilindungi. "Sehingga tidak ada yang menembak, atau memberi racun. Karena kasihan, ada yang memberikan makan pisang," ujar Rasyid.

"Jadi, bersama Polsek Muara Komam, kemunculan Orangutan itu kita sampaikan ke BKSDA Kalimantan Timur. Hari Selasa (8/6), tim tiba di Desa Lusan. Tapi Orangutan itu sudah tidak ada, diperkirakan sudah masuk kembali ke habitatnya di hutan," tambah Rasyid.

Rasyid pun sempat heran, Orangutan itu terlihat tenang. "Kesannya kok jinak? Kok seperti tidak takut kerumunan masyarakat? Apakah sudah biasa sering melihat manusia? Memang terlihat tenang. Saya sempat heran juga," ungkap Rasyid.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKSDA Kalimantan Timur Nur Patria Kurniawan menerangkan, tim BKSDA bersama tim kesehatan hewan dari BOS-F Samboja Lestari, memang masih berada di Desa Lusan.

"Desa itu memang dikelilingi hutan lebat. Iya, berbatasan dengan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," kata Patria.

Dari observasi di lapangan, dan dari video viral yang beredar di masyarakat, Orangutan itu adalah orangutan liar diperkirakan berusia di atas 15 tahun dan berkelamin jantan.

'Jadi, itu adalah Orangutan tua dan hanya mencari makan di bawah, tidak lagi di atas pohon. Untuk itu dikatakan berperilaku menyendiri atau soliter. Tim masih bertahan di lokasi sampai Jumat (11/6) besok. Kalau muncul kembali, akan diamankan untuk dibawa ke pusat rehabilitasi BOSF dan diobservasi. Kalau tidak muncul lagi, tim akan tinggalkan lokasi setelah 4 hari melakukan observasi lapangan," demikian Patria. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini