Sedekah Sepatu untuk Mereka yang Piatu

Sabtu, 27 Juni 2020 11:04 Reporter : Abdul Aziz
Sedekah Sepatu untuk Mereka yang Piatu Sedekah Sepatu di Rembang. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejak berusia 40 hari, Fajar hidup yatim. Ibunya meninggal, sedang bapaknya merantau tanpa ada kabar. Ia diasuh neneknya, Nini Remin.

Sepekan lalu, Fajar memperoleh pemberian sepatu baru. Nini Remin tersenyum. Duduk di teras di kediamannya di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, ia bahagia ada yang memberi perhatian pada cucunya.

Fajar berusia 13 tahun. Ia baru saja lulus Sekolah Dasar (SD). "Saya sendiri gak ada penghasilan," kata Nini Remin, "Saya belum tahu, Yamin nanti meneruskan sekolah atau tidak," lanjutnya.

Duduk di samping Fajar, Yuspita Palupi, pegiat sosial Sedekah Sepatu Layak Pakai tak bisa menutupi kesedihannya. Tak sekali dua kali, ia mendengar duka nestapa saban mengantar sepasang sepatu pada anak-anak yatim piatu serta anak-anak tak mampu.

Sebelumnya, di Dusun Bawahan, Kecamatan Rembang, ia juga mendapati seorang anak yang mesti berjalan kaki selama satu jam menuju sekolah. Anak itu, di satu sisi sakit-sakitan. Di sisi lain, hidup di tengah keluarga miskin.

Pemberian bantuan kepada Fajar dan 5 anak lainnya di wilayah Kecamatan Rembang merupakan putaran kedua. Sebelumnya derma sepatu telah dilakukan ke Rumah Kreatif Wadas Kelir di Desa Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas. Berjalan sejak 4 April 2020 lalu, telah tersalurkan 50 sepatu sampai Jumat (26/6).

"Awalnya sedekah sepatu ini nir konsep," kata Yuspita yang akrab disapa Ita.

Sedekah sepatu bermula karena dorongan lubuk hati Ita sendiri. Ia melihat koleksi sepatu milik suaminya, anaknya, dan ia sendiri yang lebih banyak tergeletak tak terpakai. Ita merasa nilai guna sepatu itu akan lebih bermanfaat bila disalurkan pada yang membutuhkan.

Ita membersihkan sepatu-sepatu bekas tersebut ke jasa pencucian sepatu. Tekadnya bulat, menyalurkan sepatu-sepatu tersebut sebagai bagian solidaritas sosial.

"Senang rasanya. Apa yang kami miliki, bisa lebih berguna atau membantu orang lain," kata Ita.

Ita lantas mencoba memperluas sedekah sepatu lewat donasi terbuka di jejaring sosial, menghubungi saudara juga teman-teman dekatnya. Niat Ita disambut baik, lewat konektivitas digital sejumlah donatur mengirimkan sepatu. Sejumlah sahabat Ita juga ikut bergerak jadi relawan untuk menggalang donasi.

"Awalnya memang sepatu layak pakai yang dikirimkan sejumlah donator. Kebanyakan jenisnya sneakers. Tapi kemudian ada juga yang membantu uang untuk dibelikan sepatu-sepatu baru," ujarnya.

Sepatu-sepatu itu diperuntukkan bagi anak-anak PAUD sampai SMA. Sedang pendistribusian sepatu secara teknis melibatkan sejumlah relawan. Tugas relawan memastikan bahwa sepatu didistribusikan ke pihak yang membutuhkan. Selain itu, sebelum didistribusikan para relawan mendatangi kediaman calon penerima untuk memastikan ukuran sepatu yang dibutuhkan.

Berjalan kurang lebih 3 minggu, penyumbang meluas dari berbagai kota mulai dari Semarang sampai Yogya. Ita sendiri tinggal di Kabupaten Purbalingga. Ia dibantu oleh dua sahabatnya di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Banjarnegara yang menyediakan diri jadi penampung donasi sepatu untuk gerakan Sedekah Sepatu.

Salah satu sahabat Ita, Dinna, bercerita kegiatan menggalang bantuan untuk kebermanfaatan sesama juga jadi panggilan lubuk hatinya. Ia menilai sedekah sepatu punya manfaat jangka panjang karena tak habis selesai pakai. Dinna dan Ita sendiri sudah bersahabat lama kurang lebih 20 tahun sejak mereka bersama-sama memasuki perguruan tinggi di tahun 2001.

"Gerakan ini kan juga semakin memperkaya persahabatan kami. Pertemanan tak hanya bermanfaat satu sama lain, tapi bisa meluas lagi ke banyak orang lewat sedekah sepatu ini," kata Dinna yang berprofesi sebagai PNS di Banyumas ini.

Pengelola Taman Bacaan Masyarakat Wadas Kelir, Titi Anisatul Laely bersyukur sejumlah anak-anak di Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK) mendapat bantuan dari Sedekah Sepatu Layak Pakai. Anisatul bercerita di RKWK menerima 22 pasang sepatu. 12 pasang sepatu telah diberikan pada anak-anak yang secara ekonomi berasal dari keluarga tak mampu atau hidup yatim piatu.

"Sumbangan ini tentu bermanfaat buat anak-anak untuk bersekolah dan melakukan kegiatan lain semisal saat wisata literasi," kata Anisatul. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini