Sebelum Tewas, Korban Mutilasi di Blitar Sempat Melawan

Senin, 8 April 2019 16:42 Reporter : Moch. Andriansyah
Sebelum Tewas, Korban Mutilasi di Blitar Sempat Melawan Rumah duka korban mutilasi di Blitar. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik Polda Jawa Timur mengungkapkan, Budi Hartanto (28), warga Kediri, diduga dimutilasi kepalanya setelah dibunuh pelaku. Pemotongan bagian tubuh korban dilakukan dengan lebih dari satu senjata tajam.

Dugaan ini disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera. "Senjata yang digunakan untuk melakukan pemotongan pada bagian-bagian leher, bukan dengan satu alat pemotong, tapi lebih, bisa pisau atau lainnya," ungkap Barung di Mapolda Jawa Timur, Senin (8/4).

Pemotongan bagian tubuh korban, ungkap Barung, dilakukan pelaku setelah korban sudah meninggal. "Ada dua kemungkinan bagian kepala korban dipotong, yakni upaya untuk menghilangkan jejak dan memang kopernya juga tidak muat kalau lehernya tidak dipotong."

Korban memang ditemukan warga di Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar pada Rabu (3/4) lalu, berada dalam koper dengan kondisi tanpa kepala. "Itu yang kita dapatkan dari hasil laboratorium forensik (Labfor)," ungkap Barung.

Selain itu, Barung juga mengungkap, sebelum korban tewas, dari hasi uji Labfor, sempat melakukan perlawanan. Hal ini terlihat adanya luka di tangan korban yang diduga karena menangkis serangan pelaku.

"Diduga kuat korban melakukan perlawanan tanpa persiapan. Itu sebelum korban meninggal. Hasil uji Labfor berbicara seperti itu," tegas Barung.

Polisi dengan tiga melati di pundak ini juga menjelaskan, bahwa hasil uji Labfor menunjukkan bagian belakang korban yang berkaitan dengan orientasi seksual, mengalami kelainan. Fakta ini kemudian menguatkan analisa penyidik bahwa motif pembunuhan terhadap korban dilatarbelakangi masalah asmara menyimpang.

Dan untuk mengungkap kebenaran hasil pendalaman sementara itu, penyidik tengah memburu dua orang terduga pelaku pembunuhan korban yang berprofesi sebagai pengajar tari dan guru honorer di sebuah sekolah dasar tersebut.

"Kami sudah mengantongi beberapa hal, termasuk identitas kedua orang itu tapi memang tidak bisa kita publikasikan dulu," kata Barung.

Yang jelas, ungkap Barung, pelaku adalah adalah orang yang saling mengenal. Kemudian, setelah melakukan pembunuhan disertai mutilasi, kedua pelaku kabur dan berpindah-pindah tempat. "Penyidik menyampaikan ada perpindahan, apalagi berkaitan dengan kasus yang menjadi atensi, jadi mohon bersabar," jelas Barung.

Menurutnya, mobilitas kedua pelaku sangat tinggi dan bergerak dinamis. "Yang kita cari ini manusia bukan benda yang statis, tapi sangat dinamis dengan mobilitas tinggi," ungkapnya lagi. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Mutilasi
  2. Pembunuhan
  3. Surabaya
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini