Sebelum meninggal, Djafar Assegaf sakit kanker usus kronis

Rabu, 12 Juni 2013 17:33 Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi
Sebelum meninggal, Djafar Assegaf sakit kanker usus kronis Djafar Assegaf. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Wartawan senior Sayyid Djafar bin Husein bin Ahmad Assegaf atau yang dikenal dengan Djafar Assegaf telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Jenazah Djafar tiba sekitar pukul 14.45 WIB. Politikus partai Nasional demokrat ini dimakamkan di Blok Q TMP Kalibata, upacara pemakaman pun dilakukan secara upacara militer dan tembakan ke udara.

Suasana pemakaman berlangsung haru, sang istri tampak terus menangisi kepergian tokoh pers nasional ini. Terlihat beberapa tokoh politik maupun wartawan senior turut hadir dalam acara pemakaman tersebut.

Putri ketiga Djafar, D H Assegaf mengatakan almarhum mengidap kanker usus kronis dan sempat menjalani operasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

"Bapak sakit dirawat dari tanggal 17 Mei dan sempat menjalani operasi tanggal 25 Mei untuk pengangkatan tumor di usus. Bapak enggak pernah cerita tapi ternyata udah stadium empat," katanya usai pemakaman, kepada wartawan, Rabu (12/6)

Menurut Soraya, keluarga tidak memiliki firasat atas kepergian sang ayah. "Beliau sempat ngajak cucunya pergi jalan. Keluarga enggak tahu sakit, mungkin lama tapi ngumpetin," katanya.

Djafar Assegaf yang lahir di Tanjung Karang, Lampung 12 Desember 1932, meninggal di RS Mitra Kemayoran pada 12 Juni 2013 pukul 05.15 WIB.

Semasa hidupnya, mantan Duta Besar Indonesia untuk Vietnam tersebut dikenal aktif di dunia politik sebagai Mantan Ketua Dewan Pembina Partai NasDem. Djafar juga pernah menjabat peranan penting di berbagai media, seperti Wakil Pemimpin Umum LKBN Antara dan Harian Media Indonesia dan juga aktif mengajar sebagai dosen FISIP Universitas Indonesia. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Berita Duka
  2. Wartawan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini