Sebelum menculik anak autis di Denpasar, pelaku ajak korban makan bakso

Rabu, 24 Oktober 2018 15:11 Reporter : Moh. Kadafi
Sebelum menculik anak autis di Denpasar, pelaku ajak korban makan bakso Pelaku Penculikan di Bali. ©2018 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Polisi meringkus tersangka penculikan anak yakni Hasan Alhadad alias Acan (33) asal Wangaipu Nusa Tenggar Barat (NTB), pada Senin (22/10) kemarin. Korban penculikan ialah seorang gadis di bawah umur, berinisial SDL (17) yang mempunyai kelainan autis.

Dari data yang terhimpun peristiwa tersebut awalnya korban sedang di rumah kawasan Sesetan, Denpasar, kepada ibunya berinisial JW (47) meminta uang sebesar Rp 2 ribu untuk membeli minuman di warung sebelah rumahnya. Setelah itu, korban berjalan ke depan Salon Cantik yang tak jauh dari rumahnya untuk bermain.

Selanjutnya, sekitar pukul 17.00 WITA, pelaku tiba-tiba datang dan menawarkan kepada korban untuk membeli bakso. Korban yang mengalami keterbelakangan mental bersedia ikut dan pelaku langsung memboncengnya dengan sepeda motornya.

Ketika dibawa pergi, hal tersebut dilihat ibu korban. Sehingga langsung mengejarnya dengan sepeda motor.

Sampai di Jalan Pulau Saelus Denpasar, pelaku berhenti di warung bensin Pertamini karena bensin sepeda motornya habis. Selanjutnya, ibu korban langsung menghampiri pelaku.

"Mau dibawa ke mana anak saya," kata ibu korban

"Mau diantar ke rumah," jawab pelaku dikatakan sang ibu

Kemudian, pelaku mulai bingung, dan mengatakan mau diajak jalan-jalan. Karena takut pelaku kabur, ibu korban langsung berteriak dan meminta tolong kepada warga dan membantu mengamankan pelaku.

"Kebetulan Kapolsek saya (Kapolsek Benoa Kompol Made Sukerti) ada di TKP saat itu, dan langsung dilakukan pengamanan terhadap tersangka. Kalau tidak ada Kapolsek mungkin pelaku sudah dihakimi massa, dan selanjutnya diserahkan ke Polresta Denpasar untuk proses penyelidikan," ucap Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo, di Mapolresta Denpasar, Rabu (24/10).

Sebelum kejadian tersebut, pelaku ternyata sudah tiga kali menghampiri korban apabila terlihat sendiri dengan memberikan uang berkisar Rp 5.000 sampai Rp 10.000.

Menurut Kapolresta, pelaku ini mengekos di Jalan Kerta dalam IV, nomor 19, Sidakarya Denpasar Selatan, bekerja sebagai pengepul barang-barang antik dan pelaku masih berstatus bujang.

"Modusnya mengajak makan dan membeli bakso. Sudah ada perencanaan oleh pelaku. Kemudian dari pihak korbannya tidak mengenal (Pelaku)," imbuhnya.

Selain itu, saat pelaku diinterogasi terkait tujuannya, namun jawaban pelaku masih plin-plan dan tidak jelas.

"Untuk sementara pihak pelaku masih plin-plan dalam pemeriksaan. Kemudian kalau kita sesuaikan dengan pasal yang kita sangkakan unsur-unsurnya sudah terpenuhi (Penculikan). Namun, masih kita dalami, apakah masih ada korban lainnya," jelas Kapolresta.

Pelaku ini dijerat, dengan pasal 83 Jo pasal 76 f Undang-undang, nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23, tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 332 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Penculikan
  2. Penculikan Anak
  3. Denpasar
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini