Sebelum digilir 21 pria, siswi SD di Semarang pernah disekap 4 hari

Rabu, 1 Juni 2016 00:33 Reporter : Parwito
Sebelum digilir 21 pria, siswi SD di Semarang pernah disekap 4 hari Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - PL (12), sebelumnya ditulis SR, siswi kelas 6 SD di Penggaron, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang yang digilir oleh delapan remaja dan masih ditangani kasusnya oleh Polrestabes Semarang ternyata pernah disekap dan dijadikan budak nafsu oleh seorang remaja. Penyekapan itu terjadi dan menimpa pada diri PL sekira bulan September 2015 yang lalu.

PL mengalami penyekapan di rumah salah seorang remaja di wilayah Penjaringan, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah. Fakta itu disampaikan oleh Tarmuji, kakek tiri korban PL saat ditemui merdeka.com yang didampingi Kristin, ibu tiri korban PL Selasa (31/5) di rumahnya di Dolog Lor, Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Dia disekap sama anak Penjaringan, di Kaligawe sana. Selama empat hari. Di sebuah rumah, kamarnya dikunci. Dibelikan makan. Diajak gituan (berhubungan badan layaknya suami istri)," tegas Tarmuji.

Tarmuji membeberkan aksi penyekapan itu sempat dilaporkan oleh Aji Sumono ayah korban ke kantor polisi. Namun, kasus penyekapan itu tidak ditindaklanjuti laporanya oleh polisi. Malahan, korban PL justru mendapatkan peringatan dari polisi. Langkah ini dilakukan alasanya petugas polisi saat itu supaya jera dan tidak mengulangi perbuatanya lagi.

"Itu pernah dilapor ke polisi. Tapi malah cuma sekedar diberi peringatan ke si PL. Biar takut," ujarnya.

Tidak berubah baik, korban PL malah mengalami upaya pemerkosaan dan pencabulan yang dilakukan lagi dengan beberapa remaja lainya. "Anaknya nggak mari (sembuh) malah ndadi nakale (malah nakalnya menjadi-jadi)," ujarnya.

Tarmuji pun sempat memancing sang pelaku penyekapan itu melalui SMS dengan hanphone yang dimiliki korban PL saat itu. Bahkan, remaja pelaku itu pernah mendatangi rumahnya saat itu korban PL masih tinggal serumah dengan ibu tirinya Kristin.

"Setahun yang lalu. Anake (pelaku penyekapan) SMS. Berawal dari HP dia (korban PL). Saya tak korek. Setelah itu ketahuan masih saya perhatikan. Dia disini satu hari. Usia (pelaku) lepas SMA umuranya, masih anak-anak juga. Saya tahu sendiri. Anaknya saya pancing pernah kesini," aku Tarmuji.

Tarmujipun sempat mengakui jika akhir-akhir ini, cucu tirinya PL awal bulan lalu pernah bercerita jika dirinya sempat digilir oleh beberapa remaja di tiga tempat secara berturut-turut.

"Pertama di CG. Kedua kali di warnet. Saya tanya lewat SMS anaknya cerita. Tak tanya langsung kroscek (ke korban PL) jawabanya sama. Pertama di CG, kedua di warnet Kawasan Graha Wahid. Ketiga di sawah. Pertama saya marah-marahi. Keduanya ngaku," terangnya.

Tarmuji mengakui jika cucu tirinya PL itu mudah dibujuk raju karena secara psikologis dan kecerdasan serta kepintaranya dibawah anak-anak seumurnya. Terbukti dalam beberapa kali kesempatan, Tarmuji sempat menanyai dia soal berhitung sederhana saja tidak bisa menjawab.

"Secara psikologi anaknya agak berkurang. Saya bedek'i itung-itungan gak bisa jawab," pungkasnya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini