Sebelum Dibunuh Kedua Orangtua, Anak Dianiaya Selama Sepekan

Selasa, 30 November 2021 14:27 Reporter : Irwanto
Sebelum Dibunuh Kedua Orangtua, Anak Dianiaya Selama Sepekan Ilustrasi borgol. shutterstock

Merdeka.com - Seorang bocah laki-laki inisial AP (12) tewas setelah dianiaya kedua orangtuanya, Aan Aprizal (33) dan Samsidar (29). Keduanya telah ditetapkan tersangka dan terancam pasal berlapis.

Kapolsek Babat Tomat AKP Andi Kesuma Jaya mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan visum terungkap luka yang menyebabkan kematian korban terdapat di tiga titik, yakni dua titik di kepala dan satu di kemaluan. Luka lebam di kepala disebabkan benturan ke bak mandi akibat terpeleset saat dipukul ayahnya menggunakan selang plastik. Sementara di kemaluan akibat tendangan ibunya.

"Tiga titik luka itu yang menyebabkan kematian korban, itu bagian-bagian yang parah," ungkap Andi, Selasa (30/11).

Dikatakan, penganiayaan tersebut berlangsung sejak sepekan sebelum kematian korban dan terus berlangsung setiap harinya. Semuanya terjadi di kamar mandi ketika ibu atau ayahnya membersihkan sisa buang air besar.

"Setiap korban BAB sembarangan dibawa ke kamar mandi, di sanalah penganiayaan terjadi, setiap hari selama seminggu sebelum korban meninggal," ujarnya.

Penganiayaan tersebut dilakukan oleh masing-masing tersangka. Tidak ada upaya mencegah dari salah satunya agar kekerasan tak terjadi.

"Jika ibunya menganiaya, bapaknya ikut-ikutan emosi, turut menyiksa juga. Artinya tidak ada upaya mencegah atau menasihati satu sama lain, mereka kompak menganiaya," kata dia.

Semua fakta itu diakui kedua tersangka tanpa sanggahan apapun. Hanya saja, penyidik perlu melakukan pendalaman lebih lanjut.

"Semuanya diakui kedua tersangka, mereka menjelaskan secara jelas, tidak ada yang mengelak," pungkasnya.

Diketahui, pasangan suami istri, Aan Aprizal (33) dan Samsidar (29), membunuh anak kandungnya sendiri yang masih berusia 12 tahun inisial AP. Pemicunya pun terbilang sepele, hanya karena korban yang menderita autis buang air besar (BAB) sembarangan.

Kepada polisi, tersangka Samsidar mengaku orang yang pertama kali menganiaya korban. Dia kesal melihat anak laki-lakinya itu BAB bukan pada tempatnya pada Rabu (24/11) malam.

Lantas, tersangka menendang alat vital korban untuk meluapkan emosinya. Tendangan tak hanya sekali saja, melainkan berkali-kali yang membuat korban meringis kesakitan.

Seperti kerasukan setan, tersangka kembali menganiaya korban. Dia mengambil gayung dan memukulkannya ke badan korban, juga berkali-kali.

Mendengar teriakan korban yang kesakitan, ayahnya Aan mendekat. Bukannya melerai dan menyelamatkan korban dari amukan ibunya, tersangka Aan justru ikut melakukan kekerasan.

Tersangka memukul selang plastik sepanjang 1,35 meter ke punggung korban. Tersangka berdalih pukulan hanya sebanyak dua kali. Namun pukulan itu meninggalkan memar cukup parah di tubuh korban.

Tersangka Samsidar ternyata belum puas. Dia lagi-lagi memukuli korban dengan gayung, kali ini kepala menjadi sasaran. Korban akhirnya tak sadarkan diri.

Warga yang curiga mendatangi lokasi dan menemukan korban tergeletak di lantai. Sementara kedua pelaku sudah meninggalkan tempat dan belakangan diringkus polisi dalam persembunyian di rumah orang tuanya yang juga sekampung di Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Warga membawa korban untuk mendapat perawatan medis di puskesmas. Tak lama dirawat, korban menghembuskan napas terakhirnya. [eko]

Baca juga:
Pembunuhan Anak Kandung oleh Pasutri Diawali Tendangan pada Alat Vital
Pasutri di Musi Banyuasin Bunuh Anak Kandung Gara-Gara BAB Sembarangan
Dikeroyok, Siswa SMK Setia Budhi Rangkasbitung Tewas dengan Penuh Luka
Bongkar Kasus Pembunuhan di Subang, Polisi Kembali Periksa Suami Korban
Beredar Petisi Minta Pembunuh Ibu dan Bayi di Kupang Ditangkap dan Dihukum Mati
Diserang Dua Pria Bersenjata Tajam, Warga Garut Tewas
Rampok dan Bunuh Tetangga, Pria di Medan Divonis Penjara Seumur Hidup

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini