Sebaran Kasus Aktif Covid-19 di 10 Provinsi Prioritas Selama Sepekan Terakhir

Rabu, 7 Oktober 2020 13:32 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Sebaran Kasus Aktif Covid-19 di 10 Provinsi Prioritas Selama Sepekan Terakhir Ilustrasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Anggota Tim Pakar Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah memaparkan perkembangan kasus Covid-19 di 10 provinsi prioritas pada satu minggu terakhir. Perkembangan kasus Covid-19 ini merupakan perbandingan jumlah kasus pada 21-27 September dengan 28 September-04 Oktober 2020.

Dari 10 provinsi prioritas, masih ada 3 provinsi yang jumlah kasus aktifnya hampir 40 persen. Ketiga provinsi tersebut secara berurutan, yaitu Papua 39,4 persen, Aceh 39,3 persen, dan Jawa Barat 38,8 persen.

Dewi mengatakan, bahwa jumlah kasus aktif merupakan komponen terpenting yang harus diperhatikan. Sebab, bila jumlah kasus aktif tidak segera berubah status menjadi kasus sembuh, dikhawatirkan berpeluang menambah angka kematian. Oleh karena itu, ia berharap kasus aktif di 10 provinsi prioritas bisa menurun dan berubah menjadi kasus sembuh.

"Jumlah kasus aktif ini yang paling penting sebetulnya, orang yang sedang sakit. Nah harus kita dorong agar menjadi hijau (sembuh)," kata Dewi saat konferensi pers di Gedung Graha BNPB, Jakarta (7/10)

Sementara itu, persentase kasus aktif di Jawa Timur hanya tersisa 7,16 persen. Jumlah ini merupakan yang terkecil dari 10 provinsi prioritas. Yang terkecil selanjutnya yaitu Kalimantan Selatan 10,4 persen dan Bali 13,3 persen.

Meskipun persentase kasus aktif di Jawa Timur yang terkecil, namun persentase kematiannya masih yang tertinggi, yakni mencapai 7,31 persen.

"Kasus aktif di Jawa Timur memang paling sedikit, tapi kasus kematiannya masih yang tertinggi. Itu secara keseluruhan selama 6 bulan ya," tuturnya.

"Kalau pekan ini, angka kematian Jatim naik 5,9 persen. Yang paling tinggi malah Papua, naik 187 persen pekan ini," tambahnya.

Bila melihat tren kematian Provinsi Papua pada satu bulan terakhir, kurvanya memang cenderung naik. Pada 6 Oktober kemarin, jumlah kasus positif di Papua mencapai 7.073 kasus dan 103 orang telah meninggal dunia. Padahal pada 26 September, jumlah pasien yang meninggal 84 orang.

Selain provinsi Papua, Dewi juga menyorot Provinsi Aceh yang angka kematiannya naik cukup drastis pada pekan ini, yakni hingga 85 persen.

Oleh karena itu, dari data-data yang sudah Dewi jabarkan, ia berharap pemerintah bisa segera mengambil tindakan untuk menangani provinsi yang kasus aktif dan kematiannya masih tinggi, seperti Papua dan Aceh.

"Kita ingin mengingatkan lagi, kasus aktif bisa berubah jadi kematian secara tiba-tiba. Karena kalau banyak yang sakit lalu tiba-tiba meninggal, maka angka kematiannya akan naik. Jadi tergantung kondisi pengendaliannya seperti apa," ujar Dewi

Dia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, apalagi selama enam bulan kedepan, Indonesia akan memasuki musim penghujan yang intensitasnya diperkirakan tinggi. Sehingga, dikhawatirkan akan menimbulkan bencana.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat dan pemerintah bisa bekerja sama dalam menekan jumlah kasus aktif agar angka kematian di Indonesia tidak semakin tinggi.

"Belum lagi dengan kondisi Indonesia yang rawan bencana, jangan sampai ada double burden (beban ganda). Pandemi ini belum selesai, tapi ditambah lagi dengan bencana alam," pungkasnya.

[gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Covid 19
  3. Ragam Konten
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini