SBY Sikapi Virus Corona: Jangan Sampai Indonesia Menjadi Epicenter Baru

Selasa, 17 Maret 2020 21:39 Reporter : Lia Harahap
SBY Sikapi Virus Corona: Jangan Sampai Indonesia Menjadi Epicenter Baru Kongres V Partai Demokrat. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Sebanyak 172 kasus positif Virus Corona atau Covid-19 terdeteksi di Indonesia. Temuan kasus terbanyak dari wilayah Jakarta.

Temuan kasus yang terus meningkat sejak pertama kali diumumkan pada awal Maret lalu, mendapat perhatian serius dari Presiden ke 6 Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

SBY menyoroti angka sebaran Corona yang kian meluas di berbagai negara. Ribuan nyawa telah melayang karena virus ini.

Dia berharap kondisi ini tidak semengerikan saat wabah Russian Flu tahun 1889 yang memakan 1 juta korban jiwa. Ataupun, wabah Spanish Flu tahun 1918-1920, yang memakan korban 50 juta orang meninggal.

"Bisa kita simpulkan, pandemi virus korona ini serius. Kita juga belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Kalau dunia ingin nasibnya tidak seburuk ketika terjadi Russian Flu dan Spanish Flu di masa lampau, bangsa-bangsa sedunia harus sungguh bersatu dan bekerja sama untuk mengatasi pandemi virus korona yang ganas ini," kata SBY dalam tulisannya berjudul PANDEMI VIRUS KORONA DAN GEJOLAK EKONOMI SERIUS, INDONESIA HARUS SANGAT SERIUS yang diunggah di laman Facebooknya, Selasa (17/3).

Meski jumlah korban di Indonesia cenderung sedikit dibandingkan negara lain, SBY tetap cemas karena jumlah kasus positif cenderung bertambah.

"Kita tidak ingin pada saat negara-negara lain sudah susut jumlahnya, justru kita yang meningkat. Jangan sampai Indonesia menjadi 'epicenter baru' setelah saat ini bergeser dari Tiongkok ke Eropa," katanya.

Baca Selanjutnya: Namun demikian SBY yakin pemerintah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini