SBY ngaku tak pernah perintahkan tutup jalan

Senin, 4 November 2013 19:39 Reporter : Yulistyo Pratomo
SBY ngaku tak pernah perintahkan tutup jalan Presiden SBY. rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Dalam pertemuannya dengan pengurus Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Nasional, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku tak pernah menutup jalan saat rombongan kepresidenan melintas. Presiden SBY menjelaskan, keputusan itu dilakukan agar iringan kendaraan tidak berimbas pada kemacetan.

"Saya tidak pernah tutup jalan. Saya pernah datang ke undangan pak Agung Laksono dari Istana ke Sahid. Itu sekitar 40 menit karena enggak pernah tutup jalan. Saya larang, tambah macet nanti," kata SBY di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (4/11).

SBY mengaku mendapat protes akibat macet yang dialami sejumlah pengendara saat berkendara untuk mengikuti sebuah pertemuan internasional. "Waktu pertemuan Asean Summit di Brunei, saya juga seperti tertusuk ketemu teman-teman saya. Pak di Jakarta katanya dari airport bisa sampai 2 jam," ungkap SBY.

Atas alasan itu, SBY mengaku tidak pernah mengeluarkan kebijakan untuk menutup jalan demi menghindari kekesalan para pengendara. "Ini ribut sekali, SBY lewat, SBY lewat. Tidak ada. Apalagi kalau saya lewat terus menutup jalan, tambah ngamuk mereka," ucapnya diiringi tawa para pengusaha yang hadir.

Bicara soal kemacetan, SBY menyatakan sudah menyerahkannya kepada pemerintah daerah. Hal itu dilakukan karena Indonesia telah menganut sistem desentralisasi, di mana pemda memiliki kewenangan untuk mengatur wilayahnya sendiri.

"Kalau biang kemacetan di Jakarta datang lah ke Pak Jokowi. Kalau biang kemacetan di Bandung, datang ke Pak Ahmad Heryawan atau wali kota Bandung, Semarang, Medan, Makassar. Sekarang kita sedang menganut sistem desentralisasi otonomi daerah. Jangan unjuk rasanya bolak balik di depan Istana. Sudah terbagi habis, semua bertanggungjawab," tandasnya. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Presiden SBY
  2. Kemacetan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini