SBY minta KPK usut dirinya terkait tudingan Wikileaks

Senin, 4 Agustus 2014 15:02 Reporter : Putri Artika R
SBY minta KPK usut dirinya terkait tudingan Wikileaks SBY konpers Wikileaks. ©rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dirinya terkait tudingan Wikileaks. Situs Wikileaks mengungkapkan SBY dan Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri menerima kucuran dana dari Australia, terkait percetakan 550 juta lembar uang pecahan Rp 100 ribu.

"Saya serius minta KPK kerja sama dengan pemerintahan Australia, supaya jelas dan terang, karena ini bagian dari sejarah kita," ujar SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/8).

SBY mengatakan silakan KPK bekerjasama dengan pemerintahan Australia untuk mengusut dan membuktikan apakah tudingan itu benar. Yang jelas, kata SBY, dirinya tidak pernah menerima kucuran dana tersebut.

"Saya jelaskan percetakan sepenuhnya kewenangan, tanggung jawab dan urusan BI, bukan presiden, dan bukan pemerintah," ujarnya.

Apalagi, kala itu dirinya masih menjadi prajurit TNI di saat percetakan uang tersebut tahun 1999.

"Jika ada di Indonesia melakukan tidak benar atas pencetakan uang pada tahun 1999 itu, saya masih ABRI belum jadi presiden. Segalanya bisa diklarifikasikan dengan benar. Bagaimanapun, hukum dan keadilan harus ditegakkan," pungkas SBY. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini