SBY Ingatkan Indonesia Tak Terlambat Sikapi Gejolak Ekonomi Akibat Corona

Selasa, 17 Maret 2020 21:59 Reporter : Lia Harahap
SBY Ingatkan Indonesia Tak Terlambat Sikapi Gejolak Ekonomi Akibat Corona Kongres V Partai Demokrat. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Virus Corona atau Covid-19 membuat kondisi perekonomian di banyak negara bergejolak. Presiden ke 6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, melihat hal itu sebagai kondisi yang harus disikapi secara serius oleh pemerintahan Indonesia.

"Gejolak perekonomian global akibat pandemi korona saat ini juga serius. Saya mengikuti dinamika dan perkembangan ekonomi dunia. Termasuk negara kita. Saya simpulkan ini juga serius. Simak rontoknya harga-harga saham, minyak dan nilai tukar. Juga berbagi pukulan yang menggoyahkan pilar dan fundamental perekonomian banyak negara. Termasuk Indonesia," kata SBY dalam tulisannya berjudul PANDEMI VIRUS KORONA DAN GEJOLAK EKONOMI SERIUS, INDONESIA HARUS SANGAT SERIUS yang diunggah di laman Facebooknya, Selasa (17/3).

Kondisi ini membuat SBY mengingat kembali bagaimana krisis ekonomi melanda dunia pada tahun 1998 dan tahun 2008.

"Kemarin, bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) telah menjalankan kebijakan moneter dan tindakan 'berskala besar'. Berbagai bank sentral di seluruh dunia juga melakukan langkah-langkah yang serupa. Bahkan para pemimpin G7 telah meminta agar IMF dan Bank Dunia membantu negara-negara yang memerlukan," katanya.

"Terhadap itu semua, secara pribadi saya jadi ingat apa yang terjadi di tahun 2008 dan tahun-tahun setelah itu. Jangan dikira berbagai 'policy response' yang dilakukan secara kolektif oleh dunia, baik moneter maupun fiskal, bisa serta merta menenangkan dan 'menjinakkan' pasar. Ternyata tak segampang itu," sambung SBY.

1 dari 1 halaman

Namun, kata SBY, menghadapi itu semua yang diperlukan adalah bagaimana semua pihak bekerja sama dengan serius dan terus menerus.

"Melalui artikel ini saya hanya ingin mengingatkan agar Indonesia tidak terlambat menjalankan 'policy response' dan aksi-aksi nyata yang diperlukan. Jangan 'too little and too late'. Selamatkan ekonomi kita, selamatkan rakyat," pesan mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

"Pohon yang kuat, sehat dan akarnya kokoh akan selamat manakala taufan dan badai datang menerjang. Mungkin sempat terhuyung-huyung, namun tak akan roboh. Tetapi akan berbahaya jika, badainya terlalu kuat dan pohon yang kita miliki tak sekokoh yang kita duga," katanya.

SBY yakin pemerintah sudah siap mengantisipasi hal itu. "Saya termasuk orang yang optimistis. Namun, juga realistis. Selalu ada jalan ketika kita menghadapi kesulitan. Setiap masalah selalu ada solusinya. Yang penting jangan terlambat untuk berbuat. Pilihlah solusi yang paling tepat. Kemudian jalankan dengan segala daya upaya. Insya Allah berhasil," tutup SBY. [lia]

Baca juga:
SBY Sikapi Virus Corona: Jangan Sampai Indonesia Menjadi Epicenter Baru
Dalam Sebulan, Harta 20 Orang Kaya Dunia Lenyap Rp4.248 Triliun
Erick Thohir Siapkan Rumah Sakit dan Hotel untuk Tangani Pasien Virus Corona
Momen Haru Perpisahan Petugas Medis dan Pasien Corona di Wuhan
Lockdown, Paris Menjelma Jadi Kota Sunyi
Pasien Meninggal Dunia Akibat Positif Corona Menjadi 7 Orang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini