SBY dinilai tak menghasilkan apa-apa selama jadi presiden

Minggu, 2 Juni 2013 15:00 Reporter : Agib Tanjung
SBY dinilai tak menghasilkan apa-apa selama jadi presiden Save KPK. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Lembaga Survei Nasional (LSN) mengeluarkan hasil survei terbaru mereka tentang pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mayoritas publik menilai kinerja pemerintahan SBY cenderung stagnant alias mandeg.

Menurut Direktur Eksekutif LSN, Umar S Bakry, mayoritas responden 49,2 persen, menilai kondisi negara Indonesia selama periode kedua pemerintahan SBY 'sama saja' atau tidak mengalami perubahan signifikan dibanding dengan kondisi periode lima tahun sebelumnya. Bahkan 30,2 persen menilai kondisi negara sudah 'semakin buruk'.

"Hampir di semua bidang, kinerja SBY memperoleh rapor merah dari publik," kata Umar di Restoran Pulau Dua, Taman Ria Senayan, Jakarta, Minggu (2/6).

Umar menjelaskan, menjelang Pemilu 2014 seharusnya Presiden SBY fokus pada masalah pemerintahan.

"Presiden dan para menteri diminta fokus mengurus negara dan tugas-tugas pemerintahan, tidak mengutamakan agenda politik partainya masing-masing," ujar Umar.

Survey LSN kali ini juga menangkap adanya kesenjangan antara ekspektasi publik dengan sikap Presiden dan para menteri. Dengan adanya kesenjangan tersebut, publik cenderung skeptis dan apatis terhadap program dan kebijakan yang diluncurkan pemerintah.

"Misalnya terhadap kenaikan BBM, mayoritas mutlak masyarakat 86,1 persen mengaku tidak setuju alias menolak. Publik beralasan akan memberatkan rakyat kecil, kenaikan BBM bisa dijadikan pintu masuk yang paling logis untuk meluncurkan BLSM yang sarat dengan muatan politis," papar Umar. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Presiden SBY
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini