SBY Bicara Skenario Gelap Dunia: Jika Kita Pertahankan Gaya Hidup Serakah

Senin, 4 Oktober 2021 18:41 Reporter : Ahda Bayhaqi
SBY Bicara Skenario Gelap Dunia: Jika Kita Pertahankan Gaya Hidup Serakah Kongres V Partai Demokrat. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan Indonesia dan dunia bakal terjadi skenario gelap bila tidak ada perubahan. SBY mendorong perubahan dengan pembangunan berkelanjutan.

"Skenario gelap akan terjadi mana kala kita tidak melakukan apa-apa, tidak melakukan perubahan yang diperlukan, business as usual," ujarnya dalam Internasional Conference of Islamic Studies yang digelar Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh secara virtual, Senin (4/10).

SBY mengingatkan kekhawatirannya itu melihat angka kemiskinan penduduk hari ini. Kata dia, ada 30 persen penduduk dunia atau setara 2,4 miliar manusia yang tergolong miskin. Sementara di Indonesia, jumlah masyarakat miskin mencapai 10 persen penduduk.

Dia mencontohkan, skenario gelap itu terjadi jika pertumbuhan ekonomi hanya mengejar hidup serakah.

"Misalnya ekonomi kita hanya mengejar pertumbuhan semata-mata atau kita mempertahankan gaya hidup serakah. Bukan kebutuhan kita kejar, tapi keserakahan. Not need but greed," kata Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.

SBY mengingatkan, sumber daya alam semakin terkuras, bumi semakin panas. Jika tidak ada political will dari elite dan kebijakan nasional dan internasional lemah, maka masa depan suram.

"Kalau masa depan suram secara moral para pemimpin tidak bertanggunjawab tidak bermoral untuk anak cucunya. untuk generasi yang akan datang," kata dia.

SBY menuturkan, praktik ekonomi yang dianut sejak abad 17-18 memberikan dampak luar biasa terhadap alam. Revolusi industri, revolusi pertanian, hingga revolusi teknolgi terus menguras sumber kehidupan.

"Lingkungan tercemar, bumi makin panas, ketimpangan dan ketidakadilan juga semakin menganga. There is something wrong with our economy, with our development," ujar SBY.

Oleh karena itu, SBY mendorong pembangunan berkelanjutan. Ia mendukung dipilih praktik ekonomi hijau atau green economy. Sebab, ekonomi kapitalisme hanya mengejar pertumbuhan berdasarkan hukum dan mekanisme pasar yang absolute yang mengancam kehidupan manusia dan bumi.

Dia mengajak seluruh dunia untuk melakukan transformasi besar menuju green ekonomi atau pembangunan yang berkelanjutan. SBY bilang, yang tidak mampu bertransformasi akan tesisih dan tertinggal. Ia mengingatkan Indonesia juga harus ambil bagian.

"Oleh karena itu yang harus dilakukan kita semua kewajiban dunia adalah semua bangsa di dunia semua negara harus melakukan transformasi besar menuju green economy menuju sustainable development," ujarnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini