Saut Situmorang sebut surat permohonan pencegahan Setnov bukti sistem KPK bekerja

Jumat, 10 November 2017 14:06 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Saut Situmorang. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Wakil ketua KPK Saut Situmorang menegaskan tak khawatir atas laporan pengacara ketua DPR Setya Novanto terhadapnya dan sejumlah penyidik KPK ke kepolisian. Menurut dia, laporan tersebut semakin membuktikan pihaknya berjalan dengan sistem yang baik dalam menyelidiki sejumlah kasus.

"Ya karena kan disebutkan bahwa mereka bagian dari sistem. Yang menuntut juga menganggap bahwa mereka juga bagian dari sistem di KPK. Itu bagus, menunjukkan bahwa sistem di KPK bekerja," kata Saut di gedung KPK, Jumat (10/11).

Saut menjelaskan surat yang diduga melanggar kewenangannya dan koleganya Agus Rahardjo terkait permohonan pencegahan ke luar negeri atas Setya Novanto ke pihak imigrasi. Menurut Saut, surat itu tak hanya ditandatanganinya sendiri melainkan keputusan seluruh pimpinan KPK.

"Saut Situmorang menandatangani itu bukan keinginan saya pribadi, ya nggak," kata Saut.

Saut menambahkan, surat permohonan pencegahan ke luar negeri itu merupakan sistem bekerja di KPK. Yaitu penyidik yang mengajukan langkah-langkah seperti apa kemudian pimpinan yang memutuskan.

"Jadi itu sudah betul karena mereka bagian dari sistem. Itu menunjukkan nanti kita menjawab bahwa sistem bekerja di KPK," tandas Saut.

Sebelumnya, Agus Raharjo dan Saut Situmorang dilaporkan Sandi Kurniawan. Laporan bernomor LP/1028/X/2017/Bareskrim tersebut menyangkakan dugaan tindak pidana membuat surat palsu dan menggunakan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 421 KUHP.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut selain Saut Situmorang dan Agus Rahardjo, ada sejumlah orang di KPK yang juga ikut dilaporkan ke Bareskrim Polri. Dia menyebut Dirdik KPK Brigjen Aris Budiman dan beberapa penyidik juga dilaporkan.

"Itu berawal dari laporan 9 Oktober 2017 oleh pengacara Setya Novanto yang laporkan dua pimpinan KPK, Dirdik KPK Brigjen Aris Budiman dan juga ada beberapa penyidik," kata Tito di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (9/11).

Tito pun menegaskan, meski SPDP tersebut sudah keluar dan diserahkan ke Kejaksaan Agung. Namun, bukan berarti Saut dan Agus sudah ditetapkan menjadi tersangka. Menurutnya, Saut dan Agus masih berstatus sebagai terlapor.

"Tapi dalam SPDP terhadap dua orang yang dilaporkan yaitu Agus dan Saut sebagai terlapor. Jadi beritahu jaksa dimulainya penyidikan sebagai terlapor, bukan sebagai tersangka," katanya. [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.