Satu Tenaga Kesehatan di Solo Positif Covid-19, Belasan Keluarga Dikarantina

Rabu, 14 Oktober 2020 19:50 Reporter : Arie Sunaryo
Satu Tenaga Kesehatan di Solo Positif Covid-19, Belasan Keluarga Dikarantina Ilustrasi virus corona. ©Reuters

Merdeka.com - Seorang tenaga kesehatan (nakes) salah satu rumah sakit swasta di Solo dinyatakan positif Covid-19. Akibatnya, anak, cucu serta seorang asisten rumah tangga ikut tertular dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Berdasarkan hasil penelusuran Dinas Kesehatan Kota Solo, 19 orang menjalani isolasi di sebuah sekolah Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, sejak Sabtu (10/10) lalu. Mereka merupakan satu keluarga besar dan pernah melakukan kontak erat dengan pasien tenaga kesehatan.

"Setelah dilakukan tracing kontak, ada sekitar 19 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif," ujar Lurah Gandekan, Arik Rahmadani, saat ditemui wartawan, Rabu (14/10).

Selain karantina, untuk memutus mata rantai penyebaran, mereka juga telah dilakukan pemeriksaan swab atau tes usap pada Senin (12/10). Dua dari 19 orang tersebut hasilnya negatif.

“Sekarang tinggal 17 orang yang masih dikarantina di gedung sekolah, sambil menunggu hasil swab mereka keluar,” kata Arik.

Arik menerangkan, penularan Covid-19 di kampung tempat pasien tinggal memang rawan terjadi. Selain padat penduduk, mereka juga menggunakan kamar mandi umum. Sehingga selaku pemangku wilayah dan gugus tugas di wilayah Gandekan bekerja sama dengan jogo tonggo mengimbau mereka melakukan karantina mandiri di gedung sekolah.

“Selama karantina mandiri, semua kebutuhan logistik disiapkan warga atau jogo tonggo di Kelurahan Gandekan secara gotong royong,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih membenarkan adanya klaster penularan Covid-19 di Kelurahan Gandekan tersebut. Penularan bermula saat ada seorang terkonfirmasi positif Covid-19 pada 6 Oktober 2020. Setelah dilakukan penelusuran kontak ditemukan 3 orang masih satu keluarga ikut tertular virus Corona.

"Kita tracing lagi ketemu 21 orang. Kita Swab tanggal 12 Oktober 2020. Karena rumah tidak memungkinkan kelurahan punya inisiatif dikarantina di gedung sekolahan," ujar Siti.

Sementara itu berdasarkan data gugus tugas penanggulangan Covid-19 Solo, jumlah total warga yang terkonfirmasi mencapai 832 orang. Dari jumlah tersebut 625 orang di antaranya sembuh, 117 karantina mandiri, 59 dirawat dan 31 lainnya meninggal dunia. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Covid 19
  3. Ragam Konten
  4. Surakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini