Satu Persatu Pejabat KPK Mundur Usai DPR Pilih Pimpinan Baru

Jumat, 13 September 2019 11:29 Reporter : Mardani
Satu Persatu Pejabat KPK Mundur Usai DPR Pilih Pimpinan Baru gedung KPK. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Lima pimpinan baru KPK telah dipilih oleh Komisi III DPR, Kamis (12/9). Kelimanya terpilih berdasarkan voting yang dilakukan Komisi III.

Mereka yakni; Irjen Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango 50 dan Lili Pintauli Siregar. Untuk posisi Ketua KPK, Irjen Firli Bahuri dipilih Komisi III karena mendapat suara paling besar saat voting yakni 56 suara.

Sejak awal pansel meloloskan nama-nama capim KPK, internal KPK sudah bereaksi. Dari pimpinan hingga pegawai KPK menolak capim yang dinilai memiliki rekam jejak buruk.

Kini, usai DPR memilih lima pimpinan baru KPK, internal KPK pun bergejolak. Satu persatu pejabat di komisi yang bertugas memberangus korupsi itu mundur. Berikut ulasannya:

1 dari 3 halaman

1. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang Mundur

Pagi ini, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan mengundurkan diri. Hal itu sesuai dengan pesan Saut untuk internal KPK yang beredar di kalangan wartawan.

"Saudara saudara yang terkasih dalam nama Tuhan yang mengasihi kita semua, izinkan saya bersama ini menyampaikan beberapa hal sehubungan dengan pengunduran diri saya sebagai Pimpinan KPK terhitung mulai Senin 16 September 2019 (masih ada dua kegiatan lagi di Yogya Sabtu Minggu14/15 Sept 2019 - Jelajah Dongeng anti korupsi )," kata Saut mengawali tulisan dalam pesan kepada internal itu, Jumat (13/9).

Salah satu sumber di KPK saat dikonfirmasi oleh merdeka.com membenarkan ihwal pesan dari Saut yang dikirim lewat email itu. "Benar, ada ucapannya di email," katanya.

Sementara Saut tidak bisa dihubungi saat akan dikonfirmasi. Pesan Whatsapp yang dikirimkan Saut hanya centang satu.

Saut merupakan salah satu pimpinan yang protes dengan capim KPK Firli Bahuri. Firli diduga bermasalah karena melanggar etik. Namun, Komisi III memilih Firli bahkan menjadi ketua KPK.

Saut pun mengumumkan pelanggaran etik Firli. Kesimpulan itu diperoleh setelah Direktorat Pengawasan Internal KPK merampungkan pemeriksaan yang dilakukan sejak 21 September 2018. Hasil pemeriksaan disampaikan kepada Pimpinan KPK tertanggal 23 Januari 2019.

2 dari 3 halaman

2. Penasihat KPK Tsani Annafari Mundur

Komisi III DPR menetapkan Irjen Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Atas keputusan tersebut, Penasihat KPK Tsani Annafari langsung mundur dari jabatannya.

"Iya. Insyaallah saya mundur sesuai janji saya. Draf surat pengunduran diri sudah saya buat sejak kemarin siang," tutur Tsani saat dikonfirmasi, Jumat (13/9).

Tsani menyebut, pengunduran diri itu awalnya sudah disampaikan secara langsung kepada Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. "Saya sudah siap mundur," jelas dia.

Dengan pengunduran diri tersebut, lanjut Tsani, akan memberikan tanda bermasalah terhadap KPK periode 2019-2023 dengan Firli sebagai ketuanya.

"Surat sudah dibuat dan label bermasalah itu akan menempel pada pimpinan periode ini dengan pengunduran diri saya," Tsani menandaskan.

3 dari 3 halaman

3. Jokowi soal Saut Situmorang Mundur dari KPK: Itu Hak Setiap Orang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi santai kabar mundurnya Saud Situmorang dari posisi Wakil Ketua KPK. Menurut Jokowi, mundur dari jabatan adalah hak setiap orang.

"Ya itu hak setiap orang," kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Negara, Jumat (13/9).

Menurut Jokowi, setiap orang berhak memilih. "Untuk mundur dan tidak mundur adalah hak pribadi seseorang," kata Jokowi singkat. [dan]

Baca juga:
Mengenal 5 Pimpinan Baru KPK yang Dipilih DPR
Irjen Firli jadi Ketua KPK, Polri Puji Seleksi di DPR Berjalan Akuntabel
Jokowi soal Saut Situmorang Mundur dari KPK: Itu Hak Setiap Orang
Kontroversi Irjen Firli, Ketua KPK Baru Pilihan DPR
Tanggapan Jokowi soal Irjen Firli Bahuri jadi Ketua KPK baru

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini