Satu Anggota KKB Terlibat Penembakan Rombongan Tito Karnavian Tahun 2012 Ditangkap

Selasa, 2 Juni 2020 13:25 Reporter : Nur Habibie
Satu Anggota KKB Terlibat Penembakan Rombongan Tito Karnavian Tahun 2012 Ditangkap Irjen Paulus Waterpauw. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Personel gabungan TNI-Polri mengamankan satu orang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Pilia Puncak Jaya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Oniara Wonda. Ia ditangkap pada Minggu (31/5) sekitar pukul 19.30 Wit di Kampung Igimbut, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, penangkapan terhadap Oniara pada saat petugas melakukan penyelidikan pukul 16.30 Wit dan mendapat informasi jika yang bersangkutan berada di area Kota Mulia Kampung Igimbut, Kabupaten Puncak Jaya.

"Pukul 19.30 Wit, tim tiba di Kampung Igimbut, kemudian melakukan penyergapan dan penangkapan terhadap anggota KKB Oniara Wonda yang saat itu berada di rumah Yotinus Telenggen alias Vandem Telenggen," kata Paulus dalam keterangannya, Selasa (2/6).

Saat dilakukan penyergapan, Oniara mencoba untuk melarikan diri dalam penangkapan tersebut. Oleh karena itu, petugas langsung melakukan tembakan untuk melumpuhkan yang bersangkutan.

"Saat dilakukan penyergapan dan penangkapan, anggota KKB Oniara Wonda berusaha melarikan diri. Sehinga petugas terpaksa mengeluarkan tembakan kearah kaki untuk melumpuhkan. Setelah itu target berhasil diamankan dan selanjutnya dibawa ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan di RS. Bhayangkara," ujarnya.

Jenderal bintang dua ini mengungkapkan, Oniara merupakan pasukan dari KKB Pimpinan Purom Okiman Wenda yang terlibat dalam sejumlah aksi penembakan dan perampasan senjata api milik personil Polri.

"Seperti perampasan Senjata Mesin Ringan jenis Arsenal di Kabupaten Puncak jaya pada Januari tahun 2011 yang mengakibatkan 1 Personil Brimob Papua meninggal dunia. Penembakan dan penyerangan serta perampasan senpi organik jenis revolver milik Kapolsek Mulia AKP Dominggus Awes di Bandara Mulia Puncak Jaya bulan November tahun 2011," ungkapnya.

"Perampasan senpi organik Res Lanny Jaya Jenis AK47 yang dipegang oleh Brigpol Amaluddin Elwakan tahun 2011 di Tiom Kabupaten Lannyjaya. Penembakan dan penyerangan Polsek Pirime pada bulan November tahun 2012 yang mengakibatkan anggota Polsek berjumlah 3 orang meninggal dunia. Penembakan terhadap Mantan Kapolri Jendral (Purn) Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Papua pada 28 November tahun 2012 saat akan menuju ke TKP Polsek pirime," sambungnya.

Oniara juga terlibat dalam penyerangan dan penembakan serta pencurian senjata api anggota Polri di Jalan Trans Indawa-Pirime pada 28 Juli 2014. Serta penembakan terhadap anggota TNI 756 di lapangan terbang di Distrik Pirime Kabupaten Lannyjaya yang mengakibatkan satu personel TNI luka tembak pada 2015.

"Penembakan terhadap Personil satgassus Papua (satgas gakkum saat ini) pada Desember 2017 di Puncak Popome saat melaksanakan giat pemetaan dan penembakan terhadap aparat TNI/Polri (Satgas Ops Nemangkawi) saat akan dilakukan penegakan hukum di Markas Balingga Kabupaten Lany Jaya pada 3 November 2018," jelasnya.

Paulus mengeaskan, Polda Papua bersama Kodam XVII/Cenderawasih akan terus melakukan pengejaran terhadap KKB yang mengganggu stablitas keamanan di wilayah hukumnya.

"Kami mengharapkan peran serta para tokoh untuk membantu aparat keamanan dalam melakukan penindakan terhadap Kelompok Kriminal bersenjata yang selama ini meresahkan masyarakat di Papua," tegasnya.

Sejumlah barang bukti yang diamankan saat penangkapan tersebut berupa satu tas warna hitam merk Orginal Track Gress, satu kemeja warna putih garis abu-abu serta tiga unit handphone dengan berbagai merk.

"Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP, 338 KUHP, 365 KUHP, dan 351 Ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 55 KUHP," tutupnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini