Satgas: Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Dilarang Buka Selama Libur Lebaran

Selasa, 11 Mei 2021 17:23 Reporter : Merdeka
Satgas: Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Dilarang Buka Selama Libur Lebaran Ragunan disemprot disinfektan. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan bahwa seluruh tempat wisata yang berada di zona merah dan oranye harus tutup selama libur Lebaran 2021. Dia mengatakan kebijakan ini diputuskan dalam rapat terbatas Presiden Jokowi dengan para menteri, Senin 10 Mei 2021.

"Rapat terbatas kemarin juga memutuskan seluruh tempat wisata yang berada di zona merah dan orange akan ditutup," ujar Wiku dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (11/5/2021).

Sementara itu, tempat wisata yang berlokasi di zona kuning dan hijau Covid-19 diperbolehkan tetap beroperasi. Namun, tempat wisata yamg buka wajib menerapkan pembatasan pengunjung maksimal 50 persen dari total kapasitas.

"Pemerintah meminta TNI-Polri tetap tegas dan konsisten dalam menegakkan kebijakan ini sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Wiku

Menurut dia, kebijakan ini merupakan komitmen pemerintah untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19. Wiku pun meminta pengelola tempat wisata yang ada di zona kuning dan hijau berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Daerah untuk memastikan penerapan protokol kesehatan oleh pengunjung.

Selain itu, dia mengingatkan kepala daerah dan Satgas daerah untuk mensosialisasikan pelaksanaan kegiatan ibadah saat Hari Raya Idul Fitri. Mulai dari, takbiran, salat Id dan Halal Bihalal.

"Kegiatan takbiran hanya dapat dilaksanakan di masjid secara terbatas dengan maksimal 10 persen dari kapasitas masjid, dan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat," tutur dia.

Adapun masyarakat yang berada di zona merah dan oranye diminta melaksanakan salat Idul Fitri di rumah saja. Untuk daerah zona kuning dan hijau Covid-19, salat Idul Fitri dapat dilakukan di masjid dan lapangan.

Kendati begitu, Wiku mengingatkan masyarakat yang salat Idul Fitri di masjid dan lapangan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Kemudian, jemaah yang hadir tidak boleh melebihi 50 persen dari total kapasitas masjid atau lapangan.

"Terakhir, silaturahmi dalam rangka Idul Fitri agar hanya dilakukan bersama keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan open house atau halal bihalal di lingkungan kantor atau komunitas," jelas Wiku.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini