Satgas Minta Warga Mudik Sebelum 6 Mei 2021 Waspada Covid-19

Kamis, 15 April 2021 17:11 Reporter : Supriatin
Satgas Minta Warga Mudik Sebelum 6 Mei 2021 Waspada Covid-19 Jubir Wiku Hari Ini di Istana Kepresidenan. ©2020 Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Pemerintah melarang masyarakat mudik sejak 6 hingga 17 Mei 2021. Namun, jika ada masyarakat yang nekat mudik sebelum 6 Mei atau sesudah 17 Mei 2021, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan untuk waspada penularan Covid-19.

"Masyarakat yang melakukan perjalanan sebelum atau sesudah tanggal tersebut tetap perlu menjunjung tinggi asas kehati-hatian karena virus ini dapat mengancam kita di mana saja dan kapan saja," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (15/4).

Wiku juga mengingatkan siapa pun yang hendak melakukan perjalanan selama Ramadan untuk memperhatikan Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19. SE tersebut mengatur skrining dokumen bagi pelaku perjalanan selama Ramadan.

"Saya juga meminta kepada kepala daerah untuk menegakkan SE Satgas ini dengan tegas di lapangan agar tidak terjadi penularan karena peningkatan mobilitas penduduk yang akan menimbulkan kerumunan," tandasnya.

Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran Idul Fitri 2021. Larangan tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Istiono memastikan pihaknya mengawasi ketat masyarakat yang tetap nekat mudik. Kepolisian juga akan melakukan penyekatan di 333 titik pada 34 provinsi Indonesia.

"Polri akan melakukan penyekatan di 333 titik terutama titik utama yaitu dari Lampung hingga Bali. Itu adalah titik mobilisasi utama yang harus kita lakukan penyekatan," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (8/4).

Istiono menyebut, penyekatan diprioritaskan pada perbatasan, baik antar kabupaten maupun provinsi. Jika ditemukan masyarakat nekat mudik, kepolisian akan menindak tegas.

Tak hanya penyekatan, Istiono memastikan pihaknya akan memantau lalu lintas travel gelap yang membawa pemudik.

"Travel gelap saya pastikan akan saya tindak tegas," tegasnya. [ded]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini